Showing posts with label otomotif. Show all posts
Showing posts with label otomotif. Show all posts

Friday, 8 November 2013

6 Modifikasi motor simple tapi menyusahkan pengguna

Modifikasi memang bisa membuat motor kita beda dan tentunya akan membuat kita bangga, tapi jika modifikasi itu malah menyusahkan dan bahkan membahayakan si pengguna tentunya modifikasi itu sangat tidak dianjurkan. Berikut ini beberapa modifikasi yang simple tapi membahayakan.

1. Copot spion atau pakai spion variasi
Yang paling simple tentunya adalah melepas spion ini biasa dilakukan oleh para biker yang masih bocah atau pemula, tentunya dengan harapan motor lebih keren karena seperti moto gp dan motor juga lebih ramping sehingga bisa lebih mudah selap-selip kemudian ada alasan yang lebih konyol lagi yaitu motor bisa lebih aerodinamis. Kemudian karena takut ditilang polisi banyak yang mengganti spion standart dengan variasi yang lebih pendek, hal ini menurut saya sia-sia karena spion variasi (yang murah) bisanya untuk melihat kebelakang kurang sempurna atau malah tidak kelihatan dan cuma bisa buat ngaca.

2. Melepas filter udara
Para modifikator beranggapan dengan melepas filter udara bisa meningkatkan tenaga dari motor karena udara yang terhisap semakin banyak karena semakin minim hambatan. Secara teori memang benar tapi dalam prakteknya belum tentu benar karena jika tidak dibarengi dengan settingan karbu yang tepat malah hanya akan membuat mesin jadi brebet dan tenaga akan ngedrop, efek selanjutnya yaitu mesin menjadi lebih boros karena dalam mesin 4 tak karburator selain menghisap juga menyemburkan gas campuran bensin dan udara yang tidak masuk ruang bakar jika masih ada box filter udara maka gas bisa terhisap kembali, kalau bok dilepas maka tentunya gas itu akan langsung hilang. Efek jangka panjangnya yaitu mesin akan lebih cepat rusak karena udara kotor bisa langsung masuk ke ruang mesin tanpa adanya penyaringan. Modif ini menyusahkan jika kita berkendara ketika hujan, karena takut mesin mati.


3. Pakai ban kecil
Memakai ban kecil dengan harapan motor bisa berlari lebih kencang karena beban mesin berkurang untuk memutar roda, secara teori memang benar tapi untuk aplikasi harian sangat tidak dianjurkan. Ini dikarenakan memakai ban kecil akan sangat rawan untuk ban selip atau ngesot apalagi kalau hujan dan juga ban rawan meletus jika dibuat jalan jauh dan tentunya tingkat kenyamanan berkendara berkurang. Modif ini sangat berbahaya bukan buat si pengguna saja tapi juga buat orang lain karena jika sipengguna jatuh karena ngesot maka bisa mengancam pengguna motor lain juga.

4. Ganti knalpot
Mengganti knalpot tentunya dengan harapan tarikan motor meningkat dan suara menjadi lebih seperti moge enak buat bleyer, tentunya ini tidak salah tapi jika salah memilih knalpot suara motor malah menjadi cempreng dan malah Anda akan dianggap anak kampungan dan tentunya pikirkan konsumsi BBM anda yang menjadi lebih boros.


5. Motor ceper
Motor ceper = motor keren mungkin iya jika untuk kontes, tapi jika untuk harian menurut saya sangat tidak dianjurkan karena malah akan menyusahkan penggunanya apalagi jika sedang melawati polisi tidur, bahkan saya sering melihat sipengguna sampai berdiri dari motornya ketika melewati polisi tidur.

6. Jok tipis
Memapas jok supaya bodi belakang terlihat ramping dan meruncing tentunya sah-sah saja, tetapi jika nantinya motor Anda buat jarak jauh tentunya Anda akan merasakan panasnya pantat anda. Jok standart saja buat perjalanan jauh masih kurang nyaman apalagi dipapas.


Nah diatas adalah contoh beberapa modifikasi simple tapi bisa menyusahkan penggunanya, tetapi jika Anda pengguna yang sudah siap dengan segala resiko maka tidak masalah untuk dicoba karena akan membuat motor anda menjadi keren dan terlihat berbeda.



Wednesday, 30 October 2013

Manfaat mencuci kendaraan Anda sendiri

Selain tentunya menghemat pengeluaran ternyata ada manfaat lain dengan mencuci kendaraan Anda sendiri, apa saja itu simak terus artikel dibawah ini.

1. Meningkatkan kedekatan Anda dengan kendaraan Anda

Dengan mencuci kendaraan Anda sendiri tentunya akan meningkatkan kedekatan Anda dengan kendaraan dan tentunya akan meningkatkatkan rasa sayang Anda terhadap tunggangan Anda. Sehingga dalam perawatan kendaraan Anda kedepannya akan lebih intens.

2. Mengetahui kondisi body kendaraan

Dengan mencuci kendaraan sendiri otomatis kita akan menggosok seluruh permukaan body kendaraan kita yang mana secara tidak langsung kita akan mengetahui kondisi terkini dari body kendaraan kita, misalnya apakah ada baret-baret baru, body yang penyok, atau jika ada baut-baut yang kendor bisa kita kencangi daripada ada bagian yang terlepas. Hal ini tentunya tidak akan bisa kita sadari  jika kita selalu tergantung pada jasa pencucian.

3. Membuat mesin lebih awet

Bayangkan jika kita pergi ke pencucian kendaraan dimana mesin kita sedang panas-panasnya kemudian langsung disemprot pakai air tentunya hal yang demikian bisa memperpendek usia mesin kita, Tentunya jika mencuci sendiri dirumah hal ini tidak akan terjadi.

Artikel ini tidak bermaksud menyudutkan salah satu pihak tapi lebih menunjukkan beberapa keuntungan jika mencuci kendaraan Anda sendiri. Jadi bukan cuma istri ente bos yang ente mandiin tapi kendaraan ente juga wajib ente mandiin sendiri.

Sunday, 14 July 2013

Cara baca kode spesifikasi pada oli mesin

Banyak dari kita sudah pernah mengganti oli baik untuk motor ataupun mobil, tapi kebanyakan dari kita tidak tahu cara memilih oli yang tepat untuk kendaraan kita dan kebanyakan darik kita cuma memilih oli menurut rekomendasi bengkel resmi dan dari referensi dari teman. Tapi tentunya tidak ada salahnya kita untuk mengetahui arti dari kode-kode yang tertera di kemasan oli sehingga kita akan lebih mudah dan yakin dalam memilih oli yang tepat untuk kendaraan kita.



Kode SAE (society of automotive enggineer)
Ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu menjadi prioritas penting dalam memilih pelumas. SAE yang merupakan singkatan dari (society of automotive enggineer)selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya menunjukkan tingkat kekentalan pelumas, sebagai contoh saya memakai oli castrol power one yang memiliki kode SAE 10W-40

Semakin besar angka yang mengikuti kode pelumas maka semakin besar pula kekentalan pelumas, sedangkan huruf W yang mengikuti kode adalah kepanjangan dari winter. Seperti pada gambar diatas oli yang memiliki SAE 10W-40 maka akan memiliki kekentalan 10 ketika suhu dingin dan 40 ketika suhu panas.

Semakin rendah suhu udara di luar (tempat yang dingin) maka dibutuhkan oli yang lebih encer atau dengan kode 5W, seperti negara dingin perancis biasanya memakai oli dengan kode 5W. Semakin panas cuaca/ suhu udara di luar maka dibutuhkan oli dengan tingkat kekentalan yang lebih tinggi, seperti Indonesia akan lebih baik untuk menggunakan kode SAE 15W-30. Pemakaian kekentalan yang tidak sesuai dengan suhu suatu negara akan menyebabkan oli tidak bisa bekerja, misalnya Indonesia menggunakan kode SAE 5W-40 maka oli akan sangat encer sehingga tidak mampu melakukan tugas lumbrikasi dengan baik, begitu pula sebaliknya jika pada negara dengan cuaca ekstrim dingin menggunakan kode SAE 15W maka oli akan sangat kental pada saat udara dingin sehingga oli tidak dapat mengalir pada ruang-ruang antar komponen mesin).
Kode SAE yang cocok digunakan untuk beberapa negara dengan iklim yang berbeda:
SAE 5W-30 : digunakan untuk negara beriklim dingin seperti Perancis
SAE 10W-35 : digunakan untuk negara beriklim sedang seperti Australia
SAE 15W-30 sampai SAE 15W-50 : digunakan untuk negara dengan iklim panas seperti Indonesia.

selain suhu lingkungan hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan oli adalah apakah mesin kendaran kita  termasuk mesin keluaran terbaru apa tidak, jika mesin keluaran terbaru maka sebaiknya kita menggunakan oli yang encer karena untuk mesin yang baru celah-celah antara logam dalam mesin sangat rapat sehingga jika oli terlalu kental justru oli malah tidak bisa melumasi dengan sempurna. Kemudia jika mesin kendaraan kita termasuk keluaran lama maka sebaiknya memilih oli yang kental karena celah antar logam dalam mesin besar dan masih kasar sehingga memerlukan pelumas yang kental.

API Standart Kualitas Oli

American Petroleum Institute" atau disingkat API merupakan kode standart untuk menentukan karakteristik tertentu (kualitas) oli, kode API terdiri dari dua alfabet (huruf) yang terletak dibelakang kode "API" misalnya "API SG" atau "API CH". Pada kode huruf pertama menandakan penggunaan oli pada mesin bensin atau mesin diesel, pada mesin bensin menggunakan kode "S" misalnya API SL sedangkan pada mesin diesel menggunakan kode "C" contohnya API CG.

Pada kode huruf ke 2 menandakan karakter/ kualitas terbaru dari Oli, misalnya API SJ merupakan jenis oli lebih baru (biasanya lebih baik) dari API SG. Semakin baru Oli maka kode huruf ke dua semakin jauh dari huruf A atau mendekati huruf Z, pada mobil-mobil terbaru mesin bensin keluaran tahun 2010 akan memakai Oli dengan kualitas API SN dan tidak bisa di isi dengan oli dengan kode kualitas SG karena akan berpengaruh pada komponen dalam mesin yang sudah dirancang menggunakan oli dengan kode kualitas SN, sedangkan untuk mobil tahun 1990an biasanya memakai kode API SG atau API SH dan tidak bisa di isi dengan Oli berkode API SN karena mesin telah dirancang memakai oli SG dengan derajat kekentalan tertentu. sebagai catatan biasanya semakin baru mobil maka akan meminta kode API yang semakin mendekati Z.


Kode API Oli beserta penggunaannya pada mesin mobil
Mobil mesin bensin
* API SN : (jenis terakhir sampai saat ini) menggunakan teknologi Nano guard untuk melindungi bagian tersempit dari mesin. Digunakan untuk mesin tahun 2012 atau sebelumnya
* API SM : Diperkenalkan pada 2004. Oli ini didesain untuk memberikan resistensi oksidasi yang lebih baik, menjaga temperatur, perlindungan lebih baik terhadap keausan, dan mengontrol deposit lebih baik. digunakan untuk mesin sesudah tahun 2004.
* API SL : Dirancang untuk menjaga temperatur dan Energy Conserving. Untuk mesin generasi 2004 atau sebelumnya
* API SJ : Diperkenalkan untuk mesin generasi 2001 atau lebih tua
* API SH : Digunakan untuk mesin tahun 1996 dan sebelumnya
* API SG : Digunakan untuk mesin tahun 1993 dan sebelumnya
* API SF : Digunakan untuk mesin tahun 1988 dan sebelumnya
Mobil Mesin Diesel
* API CJ-4 : Dipakai untuk tahun 2006 dan sesudahnya. Digunakan untuk mesin high speed, mesin 4-langkah yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2007. Oli dengan kategori API CJ-4 memiliki kriteria performa lebih baik daripada Jenis API CI-4 dengan CI-4 PLUS, CI-4, CH-4, CG-4 dan CF-4.
* API CI-4 : Digunakan untuk mesin diesel tahun 2002 dan sesudahnya. Digunakan pada mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2004. Bisa menggantikan oli CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4.
* API CH-4 : Digunakan untuk mesin diesel tahun 1998 dan sesudahnya. Oli ini untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 1998. Bisa digunakan pada oli CD, CE, CF-4, dan CG-4.
* API CG-4 : Diperkenalkan sejak 1995. Untuk mesin kinerja sedang, high speed, four stroke engines. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur kurang 0.5%. Cocok untuk standar emisi 1994 Bisa dipakai pada oli CD, CE, dan CF-4.
* API CF-4 : Digunakan untuk mesin high speed, four stroke engines, naturally aspirated dan mesin turbocharger. Biasa digunakan untuk pengganti oli CD dan CE.
* API CF-2 : Digunakan untuk mesin kinerja sedang, two stroke engines. Bisa dipakai pada oli CD-II.
* API CF : Digunakan Untuk 1994 dan sesudahnya, Oli ini untuk mesin off road, indirect injected dan dapat menggantikan oli kode CD. 


sumber : http://pelumas.net
              http://www.mobilku.org

Jenis-jenis SPBU pertamina

Pecinta Otomotif mungkin sudah banyak mengetahui bahwa SPBU selain SPBU milik pertamina (pemerintah) juga sudah banyak dikelola oleh pihak swasta, bahkan jumlah SPBU yang dikelola swasta jauh lebih banyak dari milik pemerintah (pertamina). Berbagai pendapat mengatakan bahwa mengisi bensin di Pom Bensin milik Pemerintah memiliki kualitas yang lebih baik
dibandingkan mengisi bensin di SPBU swasta baik dalam hal kualitas bensin (nilai oktan), pelayanan, dan beberapa hal lain.

Meskipun pada dasarnya BBM baik premium maupun pertamax di Indonesia di impor oleh satu perusahaan yakni pertamina akan tetapi pada retailernya tidak hanya pertamina saja yang melakukan, bahkan jika perorangan memiliki uang yang cukup banyak 3-10 M bisa membuat SPBU. Hal ini yang membuat dilema jika pengusaha tersebut jujur tidaklah masalah pada konsumen, jika pengusaha SPBU sedikit saja memiliki niat yang kurang baik untuk cepat mendapatkan balik modal tentunya sangat merugikan konsumen.

Kode SPBU Pemerintah dan Swasta
Seluruh Pom Bensin yang ada di indonesia terbagi menjadi 3 berdasarkan pengelolaan dan kepemilikannya, antara lain:
1. COCO (Corporate Owned Corporate Operated), yakni SPBU milik pertamina yang dikelola oleh pertamina sendiri.
2. CODO (Company Owned Dealer Operated), yakni kerjasama pemanfaatan lahan untuk membangun SPBU
3. DODO (Dealer Owned Dealer Operated), SPBU milik swasta
 kita akan coba mengetahui kepemilikan SPBU apakah milik pertamina ataukah milik swasta, kepemilikan ini bisa diketahui dengan membaca kode yang tertera pada neonbox depan yang biasanya berwarna merah.
Dari ke 3 jenis SPBU di atas, menurut sebagian besar orang yang terbaik adalah nomor 1 kemudian diikuti nomor 2 dan terakhir nomor 3, pecinta otomotif dapat mengetahui/ membedakan ke Pom Bensin tersebut dari kode maupun logo pada sekitar Pom Bensin
Membedakan SPBU masuk kategori milik Pertamina atau Swasta:
* SPBU milik pertamina (COCO) memiliki kode angka ke dua adalah 1

* SPBU tipe CODO ataupun DODO memiliki kode SPBU dengan angka ke 2 adalah 4
Kita hanya perlu melihat angka ke 2 pada kode SPBU tersebut untuk membedakan yang COCO dengan yang lain.
Membedakan SPBU milik Swasta (DODO) dengan yang lain (COCO atau CODO), caranya adalah dengan melihat logo Pasti Pas.
* Logo Pasti Pas pasti ada pada SPBU COCO,
* Sebagian besar SPBU CODO juga sudah memiliki logo ini
* Jika SPBU belum memiliki logo Pasti Pas biasanya itu adalah DODO (milik swasta).

SPBU yang memiliki logo Pasti Pas adalah SPBU yang memiliki sertifikat kelas internasional, sertifikasi Pasti Pas ini dilakukan oleh auditor internasional independen (Bureau Veritas) yang mengaudit pelayanan SPBU internasional. Auditor ini memeriksa SPBU mulai dari kualitas bahan bakar, kuantitas bahan bakar, pelayanan SPBU, kondisi peralatan dan fasilitas SPBU, penawaran produk, pelayanan tambahan, keselarasan format fasilitas. Sertifikat Pasti Pas ini juga selalu ditinjau dalam beberapa bulan sehingga jika pelayanan menurun bisa jadi sertifikat pasti pas tersebut di copot dari SPBU tersebut.





sumber : http://www.mobilku.org

Saturday, 13 July 2013

Waktu yang tepat untuk mengisi BBM

Saya yakin tidak banyak yang tahu jika diantara waktu mengisi BBM ada waktu yang terbaik untuk mengisinya, waktu terbaik itu antara lain:

1. Isi BBM pada pagi hari hari
Hal ini dikarenak
an ketika pagi hari ketika suhu bumi dingin, maka jarak antar molekul BBM akan merapat atau mudahnya BBM menjadi lebih kental atau lebih pekat. Dan ini akan berakibat jika suhu lingkungan naik maka molekul BBM akan merenggang dan BBM tentunya akan lebih encer, sehingga ketika kita mengisi di siang hari, belum pasti angka yang tertera di pompa sama persis dengan jumlah BBM yang masuk ke tangki ketika kita mengisinya pada waktu pagi hari. Mudahnya mengisi BBM di pagi hari akan mendapatkan BBM lebih banyak daripada di siang hari.

2. Jika SPBU sedang dilakukan pengisian pada tangki penyimpanan, maka sebaiknya Anda menghindarinya dan mencari SPBU lain. Hal ini dikarenakan ketika dilakukan pengisian tangki penyimpanan maka kotoran yang ada didasar tangki penyimpanan akan terangkat dan ini menyebabkan kotoran itu masuk kedalam tangki Anda dan itu bisa menyebabkan penyumbatan disaluran bahan bakar.

3. Minta kepada petugas SPBU untuk tidak menekan keran BBM untuk posisi paling cepat, tapi lebih baik mengisi tangki perlahan. Pengisian cepat hanya akan memicu terjadinya penguapan ketika BBM terpompa dari tangki penyimpanan. Lebih bagus mengisi tangki mobil dengan perlahan karena cairan BBM tidak akan menguap. Padahal uap dari BBM itu akan kembali masuk ke tangki penyimpanan BBM milik SPBU, sementara BBM yang masuk ke tangki mobil sudah berkurang.

4. Jangan mengisi BBM ketika tangki benar - benar kosong
 Ketika tangki sudah hampir kosong maka udara akan masuk, dan jika udara terlau banyak masuk dan dibiarkan dalam waktu lama maka udara bisa terkondensasi menjadi titik-titik air yang jika terkumpul bisa menjadi banyak dan akan membuat tangki cepat keropos. Selain keropos udara yang terlalu banyak juga bisa menyebabkan BBM yang masuk ke dalam tangki akan menjadi cepat menguap, dan penguapan ini yang lebih cepat ini tentunya akan merugikan Anda.

5. Perhatikan meteran ukur SPBU
Tips terakhir adalah selalu perhatikan meter ukur SPBU, hal ini dikarenaka seringkali ada petugas nakal yang tidak mengisi BBM sebagaimana mestinya.

Tips atau cara menghemat BBM

Harga BBM sudah naik, tentunya pengeluaran kita untuk membeli BBM semakin naik pula, tapi sebenarnya ada cara untuk menghemat pengeluaran kita tentunya maka perhatikan tips di bawah ini.

 1. Jangan memanaskan mesin kendaraan terlalu lama
Untuk kendaraan jaman sekarang tidak usah memanaskan kendaraan terlalu lama dan tidak perlu setiap hari juga, cukup 30 detik - 1 menit sudah cukup. Hal ini dikarenakan untuk kendaraan modern sistem pelumasannya sudah bagus dan didukung teknologi oli jaman sekarang  yang bisa menempel di mesin meskipun mesin sedang tidak menyala, sehingga untuk memanaskan tidak usah terlalu lama. Memanaskan mesin terlalu lama justru malah membuat knalpot menjadi kuning dan cepat berkarat. dan tentunya bahan bakar terbuang ketika memanasi kendaraan.

2. Jangan terlalu sering bermain gas
Jika ingin menghemat BBM maka jangan sering-sering bermain gas atau buka tutup gas, misalnya saat start kita sering langsung membetot gas maka jika ingin menghemat BBM maka santai saja dalam membuka gas, begitu juga jika dijalan penggantian gigi tidak perlu sampai putaran maksimal, cukup putaran menengah atau rendah (ketika santai) hal ini dikarenakan semakin tinggi putaran mesin maka semakin banyak pula konsumsi bahan bakar.

3. Econo riding
Untuk bisa maksimal dalam menghemat BBM kita bisa melakukan econo riding, yaitu ketika konsumsi bahan bakar seefisien mungkin. Untuk motor - motor standart 100 -125 cc titik econo riding biasanya pada kecepatan 40 - 60 km/jam dan putaran mesin jangan terlalu tinggi.

4. Hindari kemacetan
Mungkin banyak yang tidak tahu kalau jalanan macet ternyata membuat konsumsi kendaraan lebih boros, hal ini dikarenakan ketika kendaraan macet tentunya kendaraan berhenti dalam keadaan mesin menyala yang tentunya mebutuhkan konsumsi bahan bakar, kemudian ketika macet tentunya kendaraan dalam keadaan stop and go atau jalan pelan dan kemudian berhenti lagi apalagi untuk orang yang tidak sabaran biasanya langsung betot gas jika ada ruang kosong sedikit ini justru malah membuat konsumsi bahan bakar meningkat karena mesin membutuhkan energi yang sangat besar ketika start.

5. Kurangi perjalanan yang tidak perlu
Jika dulu Anda sering jalan jalan menggunakan kendaraan bermotor, misalnya dua kali dalam seminggu maka ada baiknya Anda kurangi kebiasaan itu misalnya cuma satu kali dalam seminggu dan satu kali lagi jalan - jalan tapi bisa menggunakan sepeda atau diganti acara lain. Ini tentunya bisa mengurangi pengeluaran BBM Anda.

Sunday, 7 July 2013

Tips memilih minyak rem yang tepat untuk kendaraan Anda

Rem mobil bekerja dengan system hidrolis. Artinya ada fluida/cairan yang berfungsi mengalirkan gaya tekan pedal rem ke komponen penghenti laju di roda.  Fluida itu kita kenal sebagai minyak rem, dan menjadi jantung dari seluruh system rem.  Semakin sehat kondisi minyak rem, kinerja rem semakin bagus.
Minyak rem relatif murah, tapi jarang diperhatikan, karena memang masa pakainya terbilang lama. minyak rem yang dirawat berkala bisa memperpanjang umur komponen  rem yang mahal seperti ABS atau unit traksi kontrol.
 Pertama kita kenal dulu lebih jauh. Minyak rem bisa di kelompokkan berdasarkan kandungannya dan standar DOT.
Berdasarkan kandungannya,  minyak rem bisa dibagi menjadi dua kelompok yaitu glycol-based dan silicone-based.  Glycol-based kandungannya terdiri dari banyak komponen seperti mineral oils, esters, glycol esters atau synthetic oil.  Silicon-based kandungannya silikon. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.


Minyak rem juga diklasifikasikan berdasarkan standar DOT (Department of Transportation USA). Jika anda beli minyak rem, anda akan ditanya DOT berapa? Minyak rem dilabeli DOT 3, DOT4, DOT 5 atau DOT 5.1. Masing-masing punya titik didih berbeda.

DOT 3, DOT 4 dan DOT 5.1 adalah minyak rem glycol-based. DOT 5 adalah silicone based. Minyak rem dengan basis glikol paling banyak dipakai dan memiliki keunggulan mampu melindungi system rem dibandingkan silicon. Kekurangannya, bersifat giroskopis artinya menyerap air dari lingkungan sekitarnya.  Semakin banyak air terserap, titik didihnya turun,, efektifitasnya turun. Banyak mobil yang pakai DOT3 seperti produks Nissan Indonesia termasuk Nissan Juke seperti diungkapkan Teddy Irawan, Vice President of Sales and Marketing Director Nissan Motor Indonesia.  Titik didih DOT3 adalah 205 derajad Celcius.
 
DOT 4 titik didihnya lebih tinggi, 230 derajad Celciud dan biasanya dipakai di mobil-mobil high performance. Semakin tinggi DOT, semakin tinggi titik didihnya (DOT 5.1 mencapai 270 C). Apa hubungannya? Karena semakin keras kerja rem, semakin tinggi suhu di brake  rotors. Tingginya suhu ini bisa menimbulkan gelembung minyak rem. Jika ini terjadi, maka kemampuan pengeremen berkurang. Anda akan merasa pedal gas seperti menekan spon jika di tekan.

DOT 5.1 cocok untuk system rem yang dilengkapi ABS dan kotrol traksi. Kenapa begitu? Begini; ABS bekerja saat terjadi pengereman keras, jika ternyata roda mulai menunjukkan gejala terkunci, ABS akan aktif dengan melakukan proses rem-lepas berulang-ulang secara cepat. Roda tidak terkunci, mobil bisa direm dan dikendalikan. Proses seperti ini jelas membuat suhu rem meroket.  Demikian pula dengan traksi control yang secara otomatis mengerem roda secara individual jika menunjukkan gejala slip/hilang traksi. Ini juga meningkatkan suhu system rem.

Jangan pernah mencapur minyak rem. Meskipun DOT3, DOT 4 dan DOT 5.1 dari jenis yang sama. Kuras dulu minyak rem lama sebelum mengganti dengan jenis baru.  Tapi jangan pernah mengganti minyak rem dengan DOT yang lebih rendah dari rekomendasi pabrik. Di Nissan misalnya,  bisa diganti dengan DOT4.

Karena minyak rem glycol based menyerap air, penting untuk menjaga agar system rem tertutup rapat.  Untuk mengecek volume minyak rem, cukup dengan melihat plastic bening di samping reservoir-nya, tidak perlu membuka tutupnya.  Tutup minyak rem hanya dibuka saat menambah volume minyak rem.

DOT 5 adalah silicone-based dan berbeda dengan glycol-base, dia tidak menyerap air.  Namun jika air masuk dalam system rem, air akan tenggelam ke dasar dan menyebabkan karat di komponen bagian dalam. Kelebihannya, bila tumpah di permukaan cat mobil, tidak akan merusak. Beda ddengan glycol –based.  Jangan pernah mencampur glycol-based dengan silicone based. Kalau mau ganti, kuras dulu yang lama.

Banyak yang mengira, jika minyak rem berwarna gelap, artinya sudah waktunya diganti. Kalau masih cerah, masih bagus.  Ini tidak benar. Rekomendasinya 2 tahun sekali atau 40,000km. Mengganti minyak rem secara regular memperpanjang umur komponen rem lain sekaligus menjamin keselamatan anda.

Thursday, 4 July 2013

Jenis jenis busi dan tips memilih busi

Busi mempunyai fungsi yang sangat penting untuk kendaraan kita yaitu memercikkan api didalam ruang bakar mesin yang kemudian membakar campuran bensin dan udara didalam mesin. Tanpa busi tentunya mesin Anda tidak bisa hidup, dan tentunya sebelum busi melemah dan lama-lama mati tentunya kita harus menggantinya dengan yang baru. namun sebelum itu ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis busi sebagai berikut.

1. Busi standart
Bahan ujung elektroda dari nikel dan diameter center electrode rata-rata 2,5 mm. Jarak tempuh busi standar sampai sekitar 20 ribu Km, ketika kondisi pembakaran normal dan tak dipengaruhi oleh faktor lain macam oli mesin dan konsumsi BBM yang berlebihan efek peningkatan spek karbu. Busi ini bawaan motor setiap diluncurkan dari pabrikan.

2. Busi Platinum
Ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode dari platinum, jadi pengaruh panas ke metal platinum lebih kecil. Diameter center electrode 0,6 mm – 0,8 mm, jarak tempuh busi sekitar 30 ribu km. Busi ini favorit bikers penyuka touring karena kemampuannya

3. Busi Iridium
Ciri khasnya ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electroda dari iridium alloy warna platinum buram. Diameter center electroda 0,6 mm – 0,8 mm mm. Jarak tempuh busi sekitar 50 ribu sampai 70 ribu km. berumur lama cocok buat mesin motor besar diatas 150cc. Bisa dikatakan semi kompetisi, biasa diaplikasi buat mesin non standar 

4. Busi Racing
Busi yang tahan terhadap kompresi tinggi, serta temperatur mesin yang tinggi. Dipersiapkan untuk mampu mengimbangi pemakaian full throttle dan deceleration.
Busi racing tidak sama dengan busi Iridium. Diameter center electroda pun relatif kecil meruncing macam jarum. Jarak tempuh busi juga relatif pendek di 20 ribu – 30 ribu Km, untuk rpm tinggi diatas 6000 pada temperatur mesin yang tinggi.

Dalam memilih busi ada baiknya kita berdasar pada :
1. Perbandingan kompresi mesin
Jika perbandingan kompresi mesin tinggi maka sebaiknya kita memilih busi dingin, hal ini dikarenakan busi dingin lebih baik dalam transfer panas, sedangkan kalau kompresi mesin rendah lebih baik kita menggunakan busi panas. penggunaan mesin kompresi rendah menggunakan busi dingin tidak akan menambah tenaga dan bahkan akan membuat busi cepat mati.

2. Daerah tempat tinggal
Untuk daerah bersuhu dingin, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi, paling pas memakai busi panas. Sebab, pemakaian busi dingin akan mempercepat penumpukan kerak. Sedang, daerah panas macam tepi laut atau metropolis, lebih baik memakai busi dingin. Untuk mencegah terjadinya pre ignition atau pembakaran dini.

3. Penggunaan
Jika penggunaan kendaraan kita sering  bepergian jauh ada baiknya kita memakai busi agak dingin, hal ini dikarenakan semakin sering mesin menyala maka suhu mesin sangat tinggi dan ini harus diimbangi dengan transfer panas yang baik, akan tetapi jika untuk pemakaian harian biasa ada baiknya kita menggunakan busi standar pabrik. Demikian pula jika spesifikasi mesin sudah diubah maka ada baiknya kita menyesuaikan pemilihan busi dengan ubahan mesin apalagi jika kompresi  mesin dinaikkan maka kita harus menggunakan busi racing.

terimakasih semogan bermanfaat


sumber : http://motor-ngebut.blogspot.com dengan beberapa tambahan

Cara membaca kode dan ukuran ban

Dalam melakukan penggantian ban adakalanya kita bingung untuk memilih ban yang cocok untuk kendaraan kita. Solusi yang paling umum adalah kita samakan kode ban yang akan kita beli dengan ban lama kita namun tentunya banyak dari kita yang tidak tahu arti sebenarnya dari kode ban itu sendiri, karena itu disini saya mencoba sedikit sharing tentang cara membaca kode dan ukuran ban.
Contoh kode ban.

Cara membacanya adalah sebagai berikut :
Pada Ban sepeda motor terdapat sebuah kode yang berupa (Simbol) angka atau huruf misalnya 130/90-16 67H atau 4.60-H-18 4PR. dari Kode ban tersebut Informasi apa yang bisa kita dapatkan ? Dibawah ini kita akan membahas sebagian diantaranya. Ada 2 macam Kode Ban yang biasa digunakan:
Yaitu Kode Ban Imperial dan Kode Ban Metric.

Contoh : Kode Ban Imperial
4.60-H-18 4PR

  1. 4.60 menyatakan kode lebar ban "dalam satuan inchi"
  2. H menunjukkan ambang batas kecepatan pemakaian
  3. 18 menunjukkan kode untuk diameter velg/rim "dalam satuan ( " ) inchi"
  4. 4PR menunjukkan kode untuk kekuatan ban yang berdasarkan pada kekuatan serat kain ban atau ply rating, 4PR juga berarti penggunaan lapisan kain yang terbuat dari bahan nilon di dalam sebuah carcass berindikasi kekuatannya setara dengan 4 lapisan kain ban.
Untuk Kode Ban Imperial, Aspect Ratio atau perbandingan tinggi ban terhadap lebar ban didasarkan pada nilai 100 % (tinggi ban sama dengan lebar ban).

Contoh : Kode Ban Metric
120/70-17 67H
  • 120 menunjukkan kode untuk lebar ban "dalam satuan milimeter"
  • 70 menunjukkan kode perbandingan tinggi ban terhadap lebar ban. 70 berarti juga perbandingan tinggi ban 90% dari lebarnya sesungguhnya. Apabila lebar ban 120 mm, maka tinggi ban tersebut adalah 70 % x 120 mm atau = 85.2 mm. Aspect ratio kecil pada sebuah ban akan meningkatkan kemampuan stabilitas serta handling kendaraan.
  • 17 menunjukkan kode Diameter Velg/rim dalam satuan ( " ) inchi.
  • 67 menunjukkan kode untuk beban maximum yang diperbolehkan dari ( load index / LI ). LI 67 berarti : beban maksimum yang dapat ditanggung oleh sebuah ban sebesar 307 kg.
  • H menunjukkan batas kecepatan pemakaian (sama seperti pada contoh diatas)

Kode kecepatan ban


  • Q adalah kode untuk kecepatan maksimal = 160 km/jam.
  • S adalah kode untuk kecepatan maksimal = 180 km/jam.
  • T adalah kode untuk kecepatan maksimal = 190 km/jam.
  • U adalah kode untuk kecepatan maksimal = 200 km.jam.
  • H adalah kode untuk kecepatan maksimal = 210 km/jam.
  • V adalah kode untuk kecepatan maksimal = 240 km/jam.
  • W adalah kode untuk kecepatan maksimal = 270 km/jam.
  • Y adalah kode untuk kecepatan maksimal = 300 km/jam.
  • Z adalah kode untuk kecepatan di atas = 240 km/jam.

Indeks Beban :


  • 62 adalah kode untuk beban maksimal 265 Kg.
  • 63 adalah kode untuk beban maksimal 272 Kg.
  • 64 adalah kode untuk beban maksimal 265 Kg.
  • 66 adalah kode untuk beban maksimal 300 Kg.
  • 68 adalah kode untuk beban maksimal 315 Kg.
  • 70 adalah kode untuk beban maksimal 335 Kg.
  • 73 adalah kode untuk beban maksimal 365 Kg.
  • 75 adalah kode untuk beban maksimal 387 Kg.
  • 80 - 89 adalah kode untuk beban maksimal 450 - 580 Kg.
  • 90 - 100 adalah kode untuk beban maksimal 600 - 800 Kg.

  • Biar lebih mudah, langsung dipraktikkan pada ban IRC NR 69. Ban yang dipakai sebagai part original equipment manufacturing (OEM) oleh pabrikan motor Yamaha ini, salah satu ukuran bannya 80/90-17. Cara baca kode ban motor seperti ini mirip dengan cara baca ban mobil. Angka pertama, “80” adalah section width (ukuran antara sisi ban, diukur dari bagian sisi ban) atau biasa diartikan sebagai lebar tapak ban dalam satuan milimeter. Sedang angka di belakangnya, “90” adalah aspec rationya.

    Aspec ratio adalah persentase section width dibandingkan dengan section height (tinggi dari tapak ban ke bibir ban, diukur dari sebelah sisi ban). Bila disebutkan angka aspec ratio 90, artinya tinggi ban adalah 90% dari 80 mm = 72mm. Sedang angka terakhir, “17” menunjukan diameter dalam ban, atau diameter pelek.

    “Ciri ban dengan kode metric adalah memiliki pinggul ban yang lebih lebar. Ini sangat berguna saat menikung pada kecepatan tinggi. Contohnya ban balap IRC Razzo juga menggunakan kode ukuran metric,” jelas Adang Apandi, Manager-Product Technical, PT Gajah Tunggal Tbk, produsen ban GT Radial dan IRC.

    Yang berikutnya adalah kode ukuran ban imperial. Contohnya ban IRC NR6. Ban dengan ukuran 2.50-17 ini dipakai sebagai part original equipment manufacturing (OEM) oleh pabrikan motor Honda. Ban dengan kode seperti ini justru paling mudah dibaca.

    Angka pertama, “2.50” adalah kode section width (ukuran antara sisi ban, diukur dari bagian dalam ban) atau biasa diartikan sebagai lebar tapak ban dalam satuan inci. Artinya 2.50 sama dengan 2,5 inci atau 63,5 mm.

    Lalu bagaimana dengan tinggi ban atau aspec rationnya? Pada ban jenis ini didasarkan pada nilai 100 % dari section width. Jadi bisa diartikan tinggi ban dan lebar ban sama. Sedang angka terakhir adalah menunjukan diameter dalam ban, atau diameter pelek.


    sumber :  http://ruudisantoso.wordpress.com dari sumber http://www.otomotifnet.com
    sumber : http://www.donaalfian.com
    sumber : http://denis-thea.blogspot.com



    Tuesday, 2 July 2013

    Part yang harus diganti jika servis mobil

    Part apa saja yang harus diganti jika kita servis mobil? pertanyaan ini biasanya sering kita dengar dari pemakai mobil pemula atau orang yang awam dunia otomotif. karena itu disini saya mau mereview part-part apa saja yang harus diganti jika kita melakukan servis mobil berkala.
     
    1. Servis 1000 km
    biasanya untuk servis rutin pertama kali tidak ada pergantian sama sekali, di bengkel resmi cuma dilakukan general check up dan mengecek jika ada keluhan.

    2. Servis 10000 km
    Untuk servis 10000 km umumnya dilakukan penggantian oli mesin dan filter oli, kemudian dilakukan general check up seperti servis 1000.

    3. Servis 20000 km
    Servis 20000 biasanya dilakukan penggantian oli mesin, filter oli, filter AC, bahan pembersih rem (karena dilakukan cek rem), kemudian busi (khusus untuk busi biasa).

    4. Servis 30000 km
    Servis 30000 km biasanya hampir sama seperti servis 10000 km sehingga penggantian yang diganti pun sama.

    5. Servis 40000 km
    Servis 40000 km atau servis besar biasanya banyak dilakukan penggantian diantaranya oli mesin, filter oli, filter AC, Filter udara, fan belt, busi, minyak rem, bahan pembersih rem, material pembersih (untuk intake cleaner). Selain part diatas biasanya dilakukan penggantian sparepart lain diantaranya evaporator, bearing roda kampas rem dan juga tie rod.

    6. Servis 80000 km (kelipatan 40000)
    Servis 80000 km atau servis besar kedua part yang diganti sama dengan servis 40000 km, kemudian ditambah penggantian oli transmisi. Kemudian ada baiknya kita cek kopling karena apabila kita berkendara di perkotaan maka kopling akan lebih cepat habis.Sehingga ada kemungkinan akan dilakukan penggantian kopling.

    ilustrasi diatas adalah salah satu contoh saja karena tiap pabrikan mobil biasanya punya jadwal kelipatan servis berbeda-beda. Tapi secara umum untuk servis rutin yang dilakukan tidak berbeda dengan yang saya paparkan diatas. sekian semoga bermanfaat.

    Sunday, 23 June 2013

    Prinsip kerja motor bakar

    Pengertian Motor Bakar
    Motor bakar adalah mesin kalor atau mesin konversi energi yang mengubah energi kimia bahan bakar menjadi energi mekanik berupa kerja. Pada dasarnya mesin kalor (Heat Engine) dikategorikan menjadi dua (2), yaitu:

    a)      External Combustion Engine
    Yaitu hasil dari pembakaran udara dan bahan bakar memindahkan panas ke fluida kerja pada siklus. Dimana energi diberikan pada fluida kerja dari sumber luar seperti furnace, geothermal, reaktor nuklir, atau energi surya. Contoh mesin yang termasuk External Combustion Engine adalah turbin uap.

    b)      Internal Combustion Engine
    Dimana energi didapat dari pembakaran bahan bakar didalam batas sistem sehingga gas pembakaran yang terjadi sekaligus berfungsi sebagai fluida kerja. Contoh Internal Combustion Engine adalah Motor Bakar torak dan sistem turbin gas. Jadi motor bakar torak termasuk jenis Internal Combustion Engine.

    Prinsip Kerja Motor Bakar
    Motor bakar torak menggunakan beberapa silinder yang didalamnya terdapat torak yang bergerak translasi bolak-balik ( reciprocating engine ). Didalam silinder itulah terjadi pembakaran antara bahan bakar dengan oksigen dari udara. Gas pembakaran yang dihasilkan oleh proses tersebut mampu menggerakkan torak yang dihubungkan dengan poros engkol oleh batang penghubung (batang penggerak). Gerak translasi torak tadi menyebabkan gerak rotasi pada poros engkol dan sebaliknya. Berdasarkan langkah kerjanya, motor bakar torak dibedakan menjadi motor bakar 4 langkah dan motor bakar dua langkah.

    - Motor Bakar 4 Langkah
    Pada motor bakar 4 langkah, setiap 1 siklus kerja memerlukan 4 kali langkah torak atau 2 kali putaran poros engkol, yaitu:
    langkah Isap (Suction Stroke)           Torak bergerak dari posisi TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati bawah), dengan katup KI (katup isap) terbuka dan katup KB (katup buang) tertutup. Karena gerakan torak tersebut maka campuran udara dengan bahan bakar pada motor bensin atau udara saja pada motor diesel akan terhisap masuk ke dalam ruang bakar.
    Langkah Kompresi (Compression Stroke)            Torak bergerak dari posisi TMB ke TMA dengan KI dan KB tertutup.Sehingga terjadi proses kompresi yang mengakibatkan tekanan dan temperatur di silinder naik.
               Langkah Ekspansi (Expansion Stroke) Sebelum posisi torak mencapai TMA pada langkah kompresi, pada motor bensin busi dinyalakan, atau pada motor diesel bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar sehingga terjadi proses pembakaran. Akibatnya tekanan dan temperatur di ruang bakar naik lebih tinggi. Sehingga torak mampu melakukan langkah kerja atau langkah ekspansi. Langkah kerja dimulai dari posisi torak pada TMA dan berakhir pada posisi TMB saat KB mulai terbuka pada langkah buang. Langkah ekspansi pada proses ini sering disebut dengan power stroke atau langkah kerja.
              Langkah Buang
    Torak bergerak dari posisi TMB ke TMA dengan KI dan KB terbuka. Sehingga gas hasil pembakaran terbuang ke atmosfer.
     Skema masing masing langkah gerakan torak di dalam silinder motor bakar 4 langkah tersebut ditunjukkan dalam gambar berikut.

     - Motor Bakar 2 Langkah
    Pada motor bakar 2 langkah, setiap satu siklus kerja memerlukan dua kali langkah torak atau satu kali putaran poros engkol. Motor bakar 2 langkah juga tidak memiliki katup isap (KI) atau katup buang (KB), dan digantikan oleh lubang isap dan lubang buang yang dibuat pada sisi-sisi silinder (cylinder liner). Secara teoritis, pada berat dan displacement yang sama, motor bakar 2 langkah menghasilkan daya sekitar dua kali lipat dari motor bakar 4 langkah, tetapi pada kenyataanya tidak demikian karena efisiensinya lebih rendah akibat pembuangan gas buang yang tidak kompit dan pembuangan sebagian bahan bakar bersama gas buang akibat panggunaan sistem lubang. Tetapi melihat konstruksinya yang lebih simpel dan murah serta memiliki rasio daya – berat dan daya – volume yang tinggi maka motor bakar 2 langkah cocok untuk sepeda motor dan alat-alat pemotong.
    Dua langkah kerja motor bakar 2 langkah tersebut dijelaskan sebagai berikut :
    a)    Langkah Torak dari TMA ke TMB
    Sebelum torak mencapai TMA, busi dinyalakan pada motor bensin (atau bahan bakar dikompresikan pada motor diesel) sehingga terjadi proses pembakaran, karena proses ini torak terdorong dari TMA menuju TMB, langkah ini merupakan langkah kerja dari motor bakar 2 langkah. Saat menuju TMB, piston lebih dulu membuka lubang buang sehingga gas sisa pembakaran terbuang , setelah itu dengan gerakan piston yang menuju TMB, lubang isap terbuka, dan campuran udara bahan bakar pada motor bensin atau udara pada motor diesel akan masuk ke dalam silinder.
    b)    Langkah Torak dari TMB ke TMA
    Setelah torak mencapai TMB maka torak kembali menuju TMA. Dengan gerakan ini, sebagian gas sisa yang belum  terbuang akan didorong keluar sepenuhnya. Selain itu, gerakan piston yang turun menuju TMA menyebabkan terjadinya kompresi yang kemudian akan dilanjutkan dengan pembakaran setelah lubang isap tertutup oleh torak.
    Skema masing-masing langkah gerakan torak di dalam silinder motor bakar 2 langkah tersebut ditunjukkan dalam gambar berikut.



     

    Saturday, 22 June 2013

    Cara membuat etanol dari singkong

    Berikut Langkah-langkah pembuatan bioetanol berbahan singkong yang dilerapkan Tatang H Soerawidjaja. Pengolahan berikut ini berkapasitas 10 liter per hari.

    1. Kupas 125 kg singkong segar, semua jenis dapal dimanfaatkan. Bersihkan dan cacah berukuran kecil-kecil.

    2. Keringkan singkong yang telah dicacah hingga kadar air maksimal 16%. Persis singkong yang dikeringkan menjadi gaplek. Tujuannya agar lebih awet sehingga produsen dapat menyimpan sebagai cadangan bahan baku

    3.Masukkan 25 kg gaplek ke dalam tangki stainless si eel berkapasitas 120 liter, lalu tambahkan air hingga mencapai volume 100 liter. Panaskan gaplek hingga 100″C selama 0,5 jam. Aduk rebusan gaplek sampai menjadi bubur dan mengental.

    4. Dinginkan bubur gaplek, lalu masukkan ke dalam langki sakarifikasi. Sakarifikasi adalah proses penguraian pati menjadi glukosa. Setelah dingin, masukkan cendawan Aspergillus yang akan memecah pati menjadi glukosa. Untuk menguraikan 100 liter bubur pati singkong. perlu 10 liter larutan cendawan Aspergillus atau 10% dari total bubur. Konsentrasi cendawan mencapai 100-juta sel/ml. Sebclum digunakan, Aspergilhis dikuhurkan pada bubur gaplek yang telah dimasak tadi agar adaptif dengan sifat kimia bubur gaplek. Cendawan berkembang biak dan bekerja mengurai pati

    5.Dua jam kemudian, bubur gaplek berubah menjadi 2 lapisan: air dan endapan gula. Aduk kembali pati yang sudah menjadi gula itu, lalu masukkan ke dalam tangki fermentasi. Namun, sebelum difermentasi pastikan kadar gula larutan pati maksimal 17—18%. Itu adalah kadar gula maksimum yang disukai bakteri Saccharomyces unluk hidup dan bekerja mengurai gula menjadi alkohol. Jika kadar gula lebth tinggi, tambahkan air hingga mencapai kadar yang diinginkan. Bila sebaliknya, tambahkan larutan gula pasir agar mencapai kadar gula maksimum.

    6 Tutup rapat tangki fermentasi untuk mencegah kontaminasi dan Saccharomyces bekerja mengurai glukosa lebih optimal. Fermentasi berlangsung anaerob alias tidak membutuhkan oksigen. Agar fermentasi optimal, jaga suhu pada 28—32″C dan pH 4,5—5,5.

    7. Setelah 2—3 hari, larutan pati berubah menjadi 3 lapisan. Lapisan terbawah berupa endapan protein. Di atasnya air, dan etanol. Hasil fermentasi itu disebut bir yang mengandung 6—12% etanol
    8.Sedot larutan etanol dengan selang plastik melalui kertas saring berukuran 1 mikron untuk menyaring endapan protein.

    9. Meski telah disaring, etanol masih bercampurair. Untuk memisahkannya, lakukan destilasi atau penyulingan. Panaskan campuran air dan etanol pada suhu 78″C atau setara titik didih etanol. Pada suhu itu etanol lebih dulu menguap ketimbang air yang bertitik didih 100°C. Uap etanol dialirkan melalui pipa yang terendam air sehingga terkondensasi dan kembali menjadi etanol cair.

    10 Hasil penyulingan berupa 95% etanol dan tidak dapat larut dalam bensin. Agar larul, diperlukan etanol berkadar 99% atau disebut etanol kering. Oleh sebab itu, perlu destilasi absorbent. Etanol 95% itu dipanaskan 100″C. Pada suhu ilu, etanol dan air menguap. Uap keduanya kemudian dilewatkan ke dalam pipa yang dindingnya berlapis zeolit atau pati. Zeolit akan menyerap kadar air tersisa hingga diperoleh etanol 99% yang siap dieampur denganbensin. Sepuluh liter etanol 99%, membutuhkan 120— 130 lifer bir yang dihasilkan dari 25 kg gaplek

    Tanggal Tayang : 12-1-2007
    Sumber : Trubus

    Tips memilih mobil zaman sekarang

    Zaman sekarang mobil sudah menjadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Jika dulu sekitar 10 tahun yang lalu orang-orang mulai beralih dari sepeda ke motor, maka sekarang mereka sudah “naik kelas” lagi dari sepeda motor ke mobil. Tapi tentunya tidak semua orang yang mengerti harus membeli mobil seperti apa. Nah disini saya mencoba untuk memberikan sedikit panduan yang mungkin berguna untuk memilih mobil.

    1. Perhatikan fungsi  membeli mobil
    Hal pertama yang harus diperhatikan yaitu fungsi membeli mobil. Apakah untuk mobil keluarga, niaga, atau untuk pribadi. Jika untuk mobil keluarga ada baiknya Anda memilih mobil yang mempunyai tempat duduk hingga tiga baris sehingga bisa memuat hingga tujuh orang, dan juga untuk mobil ini tidak harus ber cc besar, cukup antara 1200 cc-2000 cc hal ini dikarenakan ada kecenderungan mobil keluarga sering dipakai untuk perjalanan jauh dan untuk kecepatan yang tidak terlalu tinggi sehingga jika cc mobil yang terlalu besar maka mobil akan boros dan kesannya kurang ekonomis. Hal berbeda berlaku untuk mobil yang fungsinya untuk pemakain pribadi satu orang misalnya untuk kuliah atau suka kebut-kebutan, maka tentunya harus menyesuaikan dengan fungsinya. isal untuk kuliah maka kita akan memilih mobil kecil yang mempunyai tempay duduk 2 baris kemudian kapasitas mesin yang tidak terlalu besar biasanya hanya 1000-1500 cc kemudian tipe mobil yang biasa disebut sebagai city car ini juga kurang begitu nyaman jika dipakai untuk perjalanan jauh karena kabinnya sempit.

    2. Perhatikan layanan After sales
    Hal yang satu ini adalah salah satu hal yang harus diperhatikan dalam membeli mobil. Karena layanan after sales akan mempengaruhi kualitas mobil di mata konsumen. Terutama orang-orang didaerah ada kecenderungan untuk membeli mobil yang didaerahnya ada bengkel resminya sehingga jika ada masalh dengan mobilnya bisa cepat diselesaikan, kemudian kalau untuk klaim garansi juga tidak perlu repot keluar kota. Jika bengkel resminya saja jarang bagaimana orang mau percaya pada kualitas produk suatu mobil.

    3. Harga dan ketersediaan Sparepart
    Hal ini juga patut menjadi pertimbangan dalam membeli mobil. Harga part yang mahal akan membuat kita berpikir dua kali untuk membeli mobil itu, karena kebanyakan dari kita pasti ingin mobil yang minim perawatan, awet dan harga sparepart murah kemudian juga awet. selain harga, ketersediaan part juga harus diperhatian karena pastinya kita tidak akan mau menunggu lama hanya untuk servis mobil yang dikarenakan sparepartnya indent

    4. Harga jual kembali
    Banyak diantara kita yang berpikir membeli mobil bukan untuk dijual kembali, tapi saya yakin dengan berjalannya waktu pasti banyak muncul mobil model baru dan teknologi yang lebih maju hal ini tentunya akan membuat Anda ingin “mengupdate” mobil Anda selain itu semakin lama usia mobil tentunya semakin banyak pula penyakit dari mobil itu, sehingga kita juga akan semakin banyak pengeluaran untuk servis mobil. Sehingga saran saya sebaiknya memilih mobil yang mempunyai harga jual kembali dipasaran tinggi.

     
    Design Downloaded from Free Website Templates Download | Free Textures | Web Design Resources