Showing posts with label gadget. Show all posts
Showing posts with label gadget. Show all posts

Wednesday, 10 July 2013

Ayo share record game NinJump Androidmu disini

Sebagai pengguna Android tentunya kita tidak asing lagi dengan game NinJump, ya game yang satu ini memang tergolong ringan dan tentunya bisa dimainkan di semua gadget android Anda. Game ini sangat cocok untuk jika kita sedang menunggu antrian atau ingin sekedar menghabiskan waktu, karena itu ayo share rekor terbaik NinJump mu.


Ini rekor terbaik saya





Mungkin tidak terlalu besar tapi jika saya mau mengulanginya justru malah susah dan mendekati 7000 pun tidak. Karena itu ayo share rekormu!











Saturday, 6 July 2013

Jenis-jenis layar ponsel/handphone

Banyak dari kita yang mempunyai smartphone canggih yang harganya mahal, mempunyai layar amoled atau bahkan super amoled tapi banyak dari kita yang tidak tau perbedaan layar-layar tersebut. Karena saya share tentang jenis-jenis layar ponsel dibawah ini

1. Layar monochrome / hitam putih

Layar jadul ini sangat jarang kita temuin di handphone jaman sekarang, kalau liat layar handphone gini jadi ingat masa-masa waktu SMP dulu, hp item putih. Untuk saat ini walaupun udah jarang tapi masih ada loh hp yg diproduksi dengan tipe layar item-putih, khususnya handphone low-end. Tapi ada satu yang menjadi kelebihan handphone dengan tipe layar ini, daya tahan baterainya lama banget! bahkan bisa sampe 1 minggu gak dicas-cas bisa bertahan, sebab layar ini gak butuh daya baterai yang besar.

2. Passive-Matrix Color Display


Yang termasuk menggunakan teknologi ini adalah layar STN dan CSTN. Tentunya tipe layar ini lebih manteb dikit dari sebelumnya, STN singkatan dari “Super Twisted Nematic” dan CSTN “Color Super Twisted Nematic”. Tipe layar handphone jenis ini udah mulai ada warnanya, walaupun masih pemula, tetapi inilah cikal bakal layar smartphone saat ini. 

CSTN sendiri merupakan tipe layar perbaikan dari STN, yang diperbaiki dari segi respons serta ketajaman warna yang lebih mumpuni dari STN, bahkan hampir mendekati kekuatan layar TFT. 


3.TFT
 
Teknologi ini digunakan oleh Layar TFT LCD (Thin Film Transistor), Tipe layar yang satu ini mulai mementingkan kualitas gambar, walaupun membutuhkan daya yang lebih besar alias boros dibandingkan beberapa jenis layar handphone sebelumnya. Keunggulan layar ini adalah kualitas gambar lebih terang dan jelas serta respon yang lebih cepet.
Selain digunakan pada smartphone, jenis layar yang satu ini juga digunakan untuk layar televisi, monitor komputer, video games, serta projector.

4. UFB (Ultra Fine Bright)
UFB merupakan salah satu jenis layar teknologi LCD yang pertama kali dikenalin sekaligus diciptain oleh Samsung di tahun 2002. Banyak yang menyebutkan bahwa jenis layar ini sangat irit daya, karena bisa berjalan hanya dengan daya 3 mW (miliWatt). Dibanding dengan tipe layar sebelumnya TFT, UFB lebih sedikit membutuhkan daya sehingga baterai lebih awet. Selain daya yang digunakan irit, kebanyakan handphone dengan menggunakana layar UFB bisa didesain lebih tipis dibanding dengan handphone yang menggunakan LCD lainnya yaitu hanya setebal 2,2 mm. tipisss bangettt!
PS : saat ini ane udah nggak nemu handphone dengan jenis layar ini.

5. Layar IPS LCD

IPS LCD Singkatan dari “In Plane Switching” LCD. Model layar yang satu ini, selain gambar juga udah bagus, juga menekankan kesempurnaan pada sudut pandang mata kita ketika ngeliat layar smartphone.
Artinya, layar ini akan mantap dari sudut pandang mana aja, kiri, kanan, bawah, atas, hingga 180 derajat, Asal jangan dari belakang, gak keliatan donk :p
Teknologi panel IPS diklaim yang terbaik dilihat dari tingkat keakuratannya yang boleh dikasih 2 jempol, kedalaman warna yang baik. Panel IPS sangat cocok untuk desain grafis, potografi,indsutri  film, kebutuhan medis serta aplikasi keamanan.
6. Layar S-LCD (Super LCD)
 
Super LCD Inilah pengembangan dari Jenis layar LCD. Akurasi (kejelasan) dan Kecerahan gambar dan teksnya leboh tokcer. Selain peningkatan Kecerahan dan Akurasi, Jenis layar Super LCD memiliki sudut pandang yang lebar laykanya IPS LCD yang otomatis membuat sobat bisa melihat layar smartphone dari samping, atas, bawah dengan cukup jelas.

7. Layar OLED (Organic Light Emitting Diode)

Oled Teknologi OLED terkenal dengan tipis (kecil dari 1 mm) dan fleksibelnya. Kelemahannya hanya sulit untuk dilihat apabila Anda berada pada keadaan di bawah sinar yang terang seperti sinar matahari. Awalnya Teknologi ini ditemukan oleh ilmuwan dari Perusahaan Eastman Kodak, yaitu Dr. Ching W. Tang (1979). Layar jenis OLED tentunya lebih baik dari tampilan tipe-tipe layar sebelumnya seperti yang ane sebutin diatas. Bahkan kabar terbaru, produsen asal China akan memproduksi smartphone anti pecah yang layarnya mengusung teknologi OLED.

8. Layar AMOLED (Active Matrix OLED)

 Amoled Layar AMOLED ini mempunyai kecepatan respon yang lebih baik. Layar smartphone tipe ini nggak boros baterai dan hemat energi, sebab layar amoled tidak butuh cahaya yang besar dari latar belakangnya. Selain itu layar AMOLED sama dengan layar UFB dari segi desain yang sangat tipis kalau dibandingkan dengan tipe layar lainnya. Amoled bisa dikatakan sebagai gabungan dari TFT dan OLED. Kekurangan smartphone tipe ini agak kurang jelas kalau dilihat dibawah sinar matehari.

9. Layar Super AMOLED

Hanya perbaikan dari tipe AMOLED, perbaikan ini pertama kali dilakukan oleh pihak samsung, yang mereka lakukan adalah perbaikan pada kejelasan gambar dan tulisan pada layar jika dilihat dibawah sinar matahari. Untuk saat ini, didunia smartphone Layar Tipe S-Amoled inilah teknologi terbaru yang paling keren, biasanya digunakan untuk smartphone kelas VIP

10. Layar Super AMOLED Plus

Awal mulanya Layar Super Amoled Plus ini digunakan oleh produk samsung galaxy S2 yang merupakan penyempurnaan dari Super Amoled. Tentunya Super Amoled Plus sudah lebih baik dengan brightnes (kecerahan), ketajaman (sharpness) dibanding Super Amoled, selain itu layar smartphone tipe ini lebih hemat energi.




11. Retina Display

Nah, yang satu ini inovasi yang fantastis dari Apple yang saat itu dipimpin oleh Steve Jobs (udah meninggal). Pertama kali dikenalkan pada Produk Apple Iphone 4, dimana keunggulan dari Retina Display ini mempunyai resolusi yang lebih oke dibanding tipe Amoled. Dari segi konsumsi daya, Amoled lebih mantap dibandingkan Retina Display.

sumber : http://www.tehnoza.com



 



Monday, 1 July 2013

Tips membeli laptop

Membeli laptop baru biasanya gampang-gampang susah, hal ini dikarenakan karena banyaknya merek-merek baru dan model-model dan fitur baru yang tentunya akan membuat bingung calon pembeli. Nah karena itu disini saya mencoba untuk memberikan tips yang bisa dijadikan pandangan untuk membeli laptop baru.

1. Sesuaikan budget
Ini adalah hal utama yang harus diperhatikan dalam membeli barang apapun apalagi laptop. dengan menyesuaikan budet tentunya kita akan bisa mengira-ngira produk apa yang akan kita beli. kemudian merek yang akan kita beli dan juga spesifikasi yang akan kita dapat. Misal kita mempunyai budget 2.5 juta tentunya tidak afdol kalau kita ingin laptop dengan spesifikasi high-end prosesor core i7 misalnya, lain halnya kalau kita mempunyai budget 10 juta atau lebih tentunya kita bisa bebas memilih spesifikasi gamer.

2. Sesuaikan penggunaan
Sebelum membeli kita juga harus menentukan penggunaan laptop nantinya, apakah untuk bermain game, untuk multimedia, atau cuma untuk office. Jika kita membutuhkan laptop untuk game maka sebaiknya kita lebih memprioritaskan VGA laptop daripada processor, sebagai contoh saya buat perbandingan laptop asus a43sj seharga 4,3 juta dengan spesifikasi utama
processor : intel b950 2,2 Ghz
VGA        : nvidia GT520M
dibanding dengan asus A45A dengan harga relatif sama dengan spesifikasi utama
processor : intel core i3 2,4 Ghz
VGA        : intel HD 3000
dari spesifikasi diatas kalau dibandingkan bisa dilihat kalau asus a43 sj lebih unggul di VGA yang tentunya akan lebih mendukung untuk game daripada asus a45a yang cuma berVGA intel HD. Namun jika cuma untuk kebutuhan office atau multimedia mungkin asus A45A akan lebih mendukung, hal ini dikarenakan processor intel core i3 lebih hemat battery yang memungkinkan Anda bisa lebih lama dalam mengerjakan pekerjaan Anda.

3. Jangan termakan merek
Merek itu penting tapi bukan segala-galanya. Apalagi jika budget Anda terbatas maka saran saya abaikan merek dan pilihlah laptop yang sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda. sebagai contoh jika Anda memilih laptop sony vaio SVF14212S seharga 5,6 jtan dengan spesifikasi :
prosesor : intel core i3 1.8Ghz
memory : 2GB DDR3
VGA      : Intel HD 4000

bandingkan jika Anda membeli Asus A45VD seharga 5,4 jtan Anda akan mendapat spesifikasi :
prosesor : intel core i3 2.4 Ghz
memory : 2GB DDR3
VGA      : Nvida Gforce 610

disini bisa dilihat kalau asus A45VD terlihat jauh lebih powerful baik untuk gaming ataupun office dibanding vaio. Namun jika Anda lebih mementingkan style maka saya sarankan untuk memilih vaio karena modelnya lebih bagus dan relatif lebih tipis.

4. Perhatikan garansi
Ini juga ada baiknya Anda tanyakan dulu ke penjual laptop terlebih dahulu. termasuk mencakup proses klaim garansi, cakupan garansi, dan lama garansi. Hal ini biar nantinya Anda tidak merasa dipersulit dalam proses garansi. selain itu saran saya ada baiknya Anda lebih memilih laptop yang di kota Anda terdapat service centernya sehingga kalau mau mengklaim garansi bisa lebih mudah.

sekian tips dari saya semoga bisa bermanfaat.
baca juga
tips memilih handphone yang tepat
tips memilih mobil zaman sekarang
tips membeli barang

Saturday, 29 June 2013

Jenis-jenis layar sentuh smartphone

1) Oleophobic Coating


Oleophobic Coating, yaitu sejenis lapisan yang ditambahkan pada permukaan kaca agar tidak mudah tertempel minyak atau kotoran dari jari. Type ini juga tahan terhadap goresan.

Contoh Smartphone yang memakai Oleophobic Coating :
  • Huawei U8800 Pro
  • Samsung Galaxy Nexus I9250
  • Samsung Google Nexus S
  • Sony Xperia Tablet S

2) Scratch-Resistant Glass

Scracth-resistant glass itu sejenis lapisan yang melindungi layar dari goresan-goresan ringan. Dan sesuai dengan namanya, lapisan tersebut akan membantu mengurangi efek goresan pada permukaan layar sehingga cukup menolong supaya 
layar nya tidak mudah baret

Contoh Smartphone yang memakai Scracth Resistant Glass :
  • Huawei U8800 IDEOS X5
  • Samsung I9103 Galaxy R
  • Sony Ericsson Live with Walkman
  • Sony Ericsson Xperia Arc
  • Sony Ericsson Xperia Neo
  • Sony Ericsson Xperia X10 mini
  • Sony Ericsson Xperia X10 mini pro

3) Gorilla Glass 1

Gorilla Glass melindung layar dari gangguan dari luar bahkan saat terjatuh sekalipun menjadi lebih minim kerusakan. Teknologi ini dikembangkan oleh perusahaan manufaktur kaca bernama Corning yang berbasis di Amerika. Pabrik pembuatan kaca Gorilla Glass sendiri terletak di Harrodsburg, Kentucky Amerika dan di Shizuoka, Jepang. Gorilla Glass juga sanggup menghadirkan layar dengan ukuran yang terbilang tipis, yaitu berkisar antara 0,5 mm hingga 2 mm. Meski tipis dan terasa ringan, tapi tidak mengurangi kekuatannya.
Ukurannya yang tipis membuat Gorilla Glass tidak akan mengurangi respon sensitif pada layar sentuh. Keunggulan lain dari Gorilla Glass, yaitu bahannya mudah dibersihkan. Misalnya terhadap sidik jari, minyak atau debu, dan tanpa meninggalkan goresan. Gorilla Glass juga mengklaim ramah lingkungan, karena tidak terbuat dari bahan besi berat yang bisa membahayakan lingkungan. Gorilla Glass juga mampu menyuguhkan tampilan layar yang jenis dan tajam, sehingga ideal bagi gambar HD (High Definition) dan 3D (3 dimension) Dengan beberapa kemampuan yang dimiliki Gorilla Glass, bisa jadi penggunaan perangkat elektronik berlayar Gorilla Glass dapat lebih bebas. Tanpa terlalu khawatir sesuatu terjadi pada bagian layar.


Bukan berarti Gorilla Glass tidak bisa pecah. Jika diperlakukan kasar dengan benda kuat maka bisa pecah. Jadi Gorilla Glass lebih cenderung memberi rasa aman pada penggunaan sehari-hari. Corning Gorilla Glass sudah digunakan oleh lebih dari 20 merek ternama, ratusan jenis perangkat elektronik dengan lebih dari 200 juta tipe


Contoh Smartphone yang memakai Gorilla Glass 1 :

  • Samsung Galaxy S
  • Samsung Galaxy S II 
  • LG Optimus L7
  • HTC Desire S
  • LG Optimus 2X


4) Gorilla Glass 2

Corning Gorilla Glass 2 mengalami pengurangan ketebalan sebesar 20 persen namun tetap mempertahankan ketahanan sama seperti generasi sebelumnya. Ini artinya para produsen elektronik dapat membuat device lebih tipis dengan sensifitas layar sentuh yang lebih baik tanpa perlu khawatir akan mengurangi kualitasnya. Saat diuji langsung dengan menggunakan alat khusus ternyata Gorilla Glass 2 dapat menahan tekanan sampai 120 pound (54.43 kg) tanpa sedikit pun mengalami kerusakan (retak / pecah. Dengan Gorilla Glass 2 yang lebih tipis, vendor smartphone dapat leluasa mendesain perangkatnya menjadi lebih tipis lagi.

Contoh Smartphone yang memakai Gorilla Glass 2 :
  • Asus Transformer Pad Infinity Asus
  • HTC DROID DNA
  • HTC One
  • HTC One SV
  • HTC One X+
  • Huawei Ascend P2
  • Lenovo K900
  • LG Optimus G LG
  • LG Optimus L9 P769
  • Motorola RAZR M XT905
  • Oppo Find 5
  • Optimus 3D Max P720
  • Samsung Galaxy Camera GC100
  • Samsung Galaxy Note II N7100
  • Samsung Google Nexus 10 P8110
  • Samsung I9300 Galaxy S III


5) Dragontrail Glass

Dragontrail Glass merupakan produk dari Asahi Glass . Dragontrail boleh dibilang teknologi anti gores yang sangat kuat Dragontrail mampu menahan beban sampai dengan 60 kg dengan ketebalan kaca yang hanya 1 mm. Dragontrail ini juga memiliki kekuatan 6 kali lebih tangguh dibandingkan layar ponsel kebanyakan. Dalam suatu video demo, Asahi Glass menguji ketahanan gores dan benturan, dengan dijatuhkan. Bahkan, Dragontrail mampu melewati uji tekuk (bending) dengan beban 60 kg dan pukulan palu, tanpa mengalami retak/pecah.

Contoh Smartphone yang memakai Dragon Trail Glass :
  • Sony Ericsson Xperia Active
  • Xiaomi MI2
  • Sony Xperia Z

Perbedaan Layar Sentuh (Touch Screen) Resistive dan Capacitive

Dewasa ini, banyak produk elektronik menggunakan sistem layar touch screen. Adapun layar touch screen ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Capacitive (berbasis sidik jari) dan Resistive (berbasis tekanan). Lalu apa saja yang membedakan kedua jenis layar touch screen ini ? Mari kita bahas. Lets Check It Out..

Capacitive : sangat ‘smooth’ untuk dioperasikan karena hanya membutuhkan keberadaan jari tangan, tanpa tekanan. Tampilan layarnya memiliki kejernihan hingga sekitar 90% dan bila terkena paparan sinar matahari tidak mempengaruhi kualitas tampilan. Namun kelemahannya adalah tidak mendukung penggunaan stylus, meskipun dewasa ini sudah banyak stylus untuk layar sentuh capavitive. Dan lagi kebanyakan jenis layar sentuh yang ini tidak bisa digunakan sama sekali saat menggunakan sarung tangan/hand schöen.
Hal ini cukup menyulitkan para pendaki gunung, orang-orang yang hidup di suhu dingin atau ekstrim dingin; tenaga medis yang stand by saat sedang mengenakan hand schöen; orang yang memelihara kuku panjang untuk fashion atau memainkan suatu jenis alat musik tertentu dsb karena penggunaan kuku tidak bisa pada jenis capacitive; orang yang senang metode input text tertentu seperti handwriting menggunakan stylus; dan rider atau backpacker yang berkelana dengan sepeda motor karena tidak efisien bila harus membuka sarung tangan terlebih dahulu untuk menerima telepon, atau melihat ‘map’ (navigasi) di layar saat berkendara.


Resistive : sensitif terhadap tekanan, mendukung penggunaan stylus, plectrum, dan benda sejenisnya. Tidak ada pengaruh walaupun menggunakan sarung tangan yang tebal. Lebih murah dibuat namun tidak mendukung multi finger touch (jika pengguna menyentuh layar dengan lebih dari 1 jari, gadget tidak bisa menentukan posisi sentuh dengan akurat). Tampilan layarnya tidak sejernih jenis capacitive. Pada beberapa gadget terbaru sistem resistive sudah dimodifikasi dengan adanya kinetic scrolling sehingga memudahkan proses geser halaman seperti pada sistem capacitive i-phone.


Contoh gadget capacitive –> i-phone, blackberry storm, HP android google, motorola milestone, LG GD-900,LG arena KM900, LG new chocolate BL40, sony ericsson aino, samsung corby S3653, HTC droid eris, HTC magic

Contoh gadget resistive –> nokia 5800 XM, nokia n97, nokia tablet n900, nokia 5230, nokia 5530 XM, samsung star, samsung jet S8003, sony ericsson Xperia X1 & X2,  LG renoir KC910, HTC touch viva, HTC touch diamond, HTC touch cruise, HTC touch pro, Dopod 838 pro, O2 XDA flame


Klo dari admin sendiri lebih memilih layar capacitive dikarenakan lebih sensitif terhadap respon, dan tentunya karena bisa multitouch.

Friday, 28 June 2013

Jenis GPU di Smartphone

Sering kali kita mendengar Graphics Processing Unit (GPU) ketika kita melihat spefisikasi dari perangkat android. Apakah GPU itu? Apakah peranan dari GPU itu? Pada artikel blog saya ini, mari kita berbagi tentang GPU pada perangkat android.

Apakah GPU / Graphics Processing Unit?
GPU atau Graphics Processing Unit adalah chip yang mengotaki kinerja grafis di perangkat android kita. GPU prinsip kerjanya sama dengan Video Graphics Adapter (VGA) di PC/Komputer. GPU memegang peranan penting juga ketika Android kita digunakan untuk bermain game-game 3D kelas High Definition (HD) atau video berkualitas tinggi. Semakin murah gadget android, biasanya GPU yang dimiliki kualitasnya juga standar. Dan sebaliknya.

Cara kerja Graphics Processing Unit
Saat GPU menerima raw data,serangkaian proses panjang dimulai dan diakhiri dengan memunculkan gambar di layar perangkat. Graphics Pipeline, yaitu channelling agar data dalam card sampai pada frame buffer, umumnya hampir sama pada semua graphics card yang ada saat ini. Seluruh proses tersebut diulang untuk setiap gambar (frame). Agar dapat menghasilkan gerakan yang cepat.


Setelah data dikirim ke GPU melalui interface, langkah pertama proses pipeline-nya adalah mempersiapkan kalkulasi (pre-calculation) dan mengubah data dengan menggunakan sebuah pre-processor (setup Engine atau Input Assembler). Pre-processor ini mendeteksi jenis data, apakah berkaitan dengan vector,gambar,dank ode program, dan mempersiapkan raw data sehingga dapat diproses oleh modul yang tepat. Disini, ditentukan apakah raw data diproses oleh sebuah Vertex Shader, Geometry Shader, Pixel Shader, atau sebuah texture unit.

Setiap objek 3D terdiri atas berbagai triangle. Vertex Shader (Vertices adalah titik-titik sudut sebuah polygon) disuplai dengan koordinat-koordinat ini. segitiga-segitiga ini kemudian membentuk sebuah dunia 3D berdasarkan koordinat tersebut yang diselaraskan, di-scaling, atau di-distorsi sesuai dengan arah pandangan mata. Area pandangan yang diasumsikan ini disebut sebagai frustum. Setelah scane tersebut terbentuk,dilakukan pemeriksaan apakah sebuah objek harus terlihat atau tidak, berada di area frustum, dan apakah seluruh atau sebagian ditutupi oleh objek-objek.

Elemen yang tidak terlihat akan disingkirkan dari scane untuk menghindari proses kalkulasi yang tidak diperlukan. Proses ini disebut Frustum Culling. Apabila ditemukan sebuah objek terlalu jauh untuk dapat terlihat atau terlalu dekat menghadap (membelakangi) penonton (secara teoritis), maka proses ekuivalennya disebut sebagai clipping.

Proses Vertex Shader  yang terakhir adalah lighting. Disini, 3D scane akan diterangi oleh sumber cahaya ke dalam lingkungan (ruang) tersebut. Tanpa langkah ini, 3D scane terlihat gelap. Vertex Shader  hanya dapat memanipulasi objek, namun tidak dapat menghasilkan    elemen geometri baru, seperti titik, garis, dan segitiga.

Apabila gambar yang akan dilihat anda (viewer) sudah terbentuk dalam grid model dengan lighting source-nya,berarti prosesnya telah membuat sebuah foto dari scane tersebut dalam gambar 2D (dua dimensi) untuk ditampilkan di monitor. Proses ini dinamakan rastering atau rendering. Setiap titik sebuah objek 3D, yang selama ini hanya disimpan sebagai vector, akan diubah menjadi sebuah pixel. Langkah selanjutnya yang “menguras tenaga” adalah shading (shadowing) yang dilakukan oleh Pixel Shader. Pixel Shader akan memproses warna dan atribut yang diperlukan, seperti trasnparasi, pemantulan atau struktur dari masing-masing oixel. Hasilnya, objek 3D akan mendapat pewarnaan.

Prinsipnya, sekarang gambar sudah jadi. Proses yang diperlukan hanyalah penyempurnaan malalui berbagai filter agar scane terlihat lebih realistis. Untuk itu tekstur, yaitu Bitmaps (gambar) yang sudah jadi, akan diproyeksikan menjadi sebuah objek 3D (Texture Mapping). Dengan cara ini, dengan mudah dihasilkan gambar-gambar yang terlihat seperti foto minus fleksibelitas sebuah objek 3D. Jadi obyek yang dibentuk oleh tekstur dapat terlihat bagus dari depan, namun terlihat datar saja dari samping. Anisotrophic filtering, yang juga ditempatkan dalam tekstur units, berfungsi agar teksture yang sudah terdistorsi secara perspektif dapat ditampilkan secara tajam dari kejauhan.


Apakah Android benar-benar menggunakan OpenGL ES API untuk percepatan UI?
Update: Sejak Android 2.1 tidak menggunakan GOOGLES 1,0 API untuk mempercepat GUI, dalam ketiadaan HW menggunakan sampel OGLES 1,0 implementasi SW.

Jawabannya adalah TIDAK. Android menggunakan skia yang merupakan software untuk render yang menawarkan performa yang hebat dan mudah dibawa di prosesor ARM, hal ini menjadikan sangat baik terhadap NEON ARM (SIMD) prosesor. Implementasi OpenGL Software adalah tidak menawarkan OpenGL ES 1.1 dengan implementasi penuh. Sebuah OpenGL ES hanya mengimplementasi pada perangkat keras yang terintegrasi sebagai bagian dari libgl.so dan libgl2.so, namun ini hanya digunakan melalui lapisan tipis JAVA API untuk permainan dan sebagai bagian dari NDK. Intinya adalah Google perlu untuk keluar dengan mekanisme antarmuka dan tumpukan grafis yang portable dan scalable.
Jenis Graphics Processing Unit
1.Adreno
Seri Adreno yang merupakan buatan ATI yang sekarang anak perusahaan AMD dulu disebut seri ATI imageon, sekitar tahun 2002-2004 yaitu pada awal-awal keluarnya seri GPU ini.
Pada tahun 2008, AMD imageon di jual ke salah satu produsen prosesor terkemuka, yaitu Quallcom. Dan sekarang ATI/AMD hanya mensupport arsitektur dan pengembangannya saja. Kini seri Adreno merupakan bawaan dari semua SOC (System On Chip) buatan Quallcom. Adreno sendiri juga dibagi menjadi beberapa kelas:
a.Adreno 130, yang berada didalam SOC Quallcom seri MSM7xxx. 

b.Adreno 200, yang berada pada QSD8x50 (snapdragon gen 1, QSD mrupakan kode dari seri SOC snapdragon) and MSM7x27 (MSM merupakan kode untuk produk SOC quallcom untuk seri general). Biasanya, Adreno seri ini dipakai di handheld Android kelas low-end (spesifikasi rendah, dengan prosesor 600-800 MHz). 

c.Adreno 205 di QSD8x50A (1.3 GHz), MSM7x30 (800 MHz+L2 cache), MSM8x55 (1 GHz+L2 cache). 

d.Adreno 220, merupakan andalan mereka yang terbaru, saya sendiri belum memiliki banyak info tentang Adreno 220 ini, tapi nampaknya GPU ini memiliki Multi Core (lebih dari satu inti prosesor). Seri ini dan Adreno 220 biasanya dipakai di handheld Android kelas Mid-End dan High-End (spesifikasi tinggi, dengan prosesor diatas 1GHz).
2.PowerVR
Seri PowerVR merupakan buatan video logic yang dulu juga pernah meramaikan pasar VGA, namun seiring dominasi NVIDIA dan ATI, video logic kini hanya bermain di dunia GPU mobile gadget. PowerVR sndiri tidak di produksi dalam bentuk jadi oleh power logic namun mereka hanya membuat draft arsitekturnya yg dijual lisensinya ke berbagai produsen prosesor terkemuka seperti NEC, Intel, Freescale, Texas Instruments dan lain-lain.
Seri PowerVR sendiri sekarang sudah mencapai 6 seri, seri 2 nya pernah dipakai pada console game tahun 1900-an, yaitu Dream cast dan Sega saturn. Seri powerVR SGX 5 merupakan seri yang paling sering ditemui pada smartphone, SGX 5 sendiri merupakan GPU elite dalam dunia smartphone, mungkin seperti BMW di dunia mobil J.Seri SGX yang tercatat pernah dipakai dalam berbagai smartphone dan gadget berikut:
a.SOC A4/SGX535 (iPhone 4/ipod gen4/ipad) 
b.SOC Hummingbird/SGX540 clock 200 (Samsung Galaxy S) 
c.SOC OMAP seri 3/SGX530 (Droid X, Motorola Defy, Samsung Galaxy SL, Motorola Mile 2, Droid 2 dan LG optimus Black) 
d.Intel GMA 500 dan GMA 600 juga menggunakan SGX535 sbg VGA onboard intel atom 
e.Varian seri 5 berikutnya adalah SGXMP (MP disini mengindikasikan jumlah core) SOC OMAP 4 (4430)/SGX540MP quadcore clock 300 (Blackberry Playbook, LG Optimus 3D). 
f.SOC A5/SGX543MP2 (iPad 2). 
g.SGX543MP4, yang dipakai di Playstation Vita. 
h.Selain itu seri dewa berikutnya, SGX544MP+ akan berada di OMAP 5 yg mnggunakan quadcore dual CPU A15 (eagle platform)+ dual CPU Cortex-M4 cores dgn clock prosesor hingga 2 GHz.

3.Mali
Seri Mali, GPU ini merupakan arsitektur buatan ARM, walaupun masih jarang terdengar namanya, namun kekuatannya tidak bisa diremehkan. Seri-seri GPU Mali beredar mulai dari HDTV, game console (PS3), hingga smartphone. Khusus untuk smarphone, seri yang digunakan adalah Mali 400MP4 (MP adalah indikator core yang digunakan). GPU ini merupakan bagian dari SOC Exynos dualcore CPU 1.2ghz A9 milik Samsung Galaxy S II. Kabarnya Mali 400MP4 ini mampu merender hampir setara PS3 maupun Xbox 360.

4.GeForce ULP
Seri Geforce ULP (Ultra Low Power) merupakan GPU yg mnjadi bagian dari SOC Tegra 2 yang diproduksi oleh NVIDIA. Geforce ULP ini menggunakan Quadcore 4 pixel shaders + 4 vertex shaders hingga total ada 8 core yang berada di dalamnya.
Jika untuk menentukan performa tentu saja tidak lepas dr SOC apa yg dipakai, sangat sulit untuk menentukan point yg digunakan untuk komparasi karena masing-masing GPU sangat tergantung juga pada kinerja dan support dr SOCnya. Contohnya saja, SOC OMAP seri 4 dgn GPU SGX540 quadcore vs tegra 2 dgn GPU ULP geforce 8core, sapa yg akan menang? Apabila melihat jumlah core, secara kasat mata orang akan menjagokan 8core yg berada pada geforce ULP namun bila menghitung kemampuan SOC maka trlihat OMAP 4 trnyata bisa melibas Tegra 2, tidak hanya dari hasil benchmark, framerate, javascript render, namun jg dlm soal efisiensi pemakaian battere.
Hal ini tidak mengherankan karena OMAP 4 memiliki beberapa senjata rahasia seperti support dual channel memori LP DDR2 hingga 1GB, dimana Tegra 2 baru mampu menggunakan single channel. Kembali lg kemampuan SOC sangat menentukan hasil, begitu juga dengan Snapdragon dengan core scorpion-nya, apakah akan kalah perform dengan Tegra 2? Tidak juga, terutama utk hasil multimedia dimana kekuatan snapdragon dan adreno memang di optimalisasi pada sisi ini.
Kendala berikutnya dalam membandingkan monster-monster GPU ini adalah perbedaan cara render yg dilakukan pada masing-masing platform, misalnya saja Adreno dengan SOC snapdragon biasa menggunakan metode render (bila melewati batas kemampuannya) menurunkan kualitas namun mempertahankan resolusi agar framerate terjaga, sementara Hummingbird dengan GPU SGX540 merender murni menggunakan kekuatan GPUnya bahkan tetap dengan menghidupkan vsync. Walaupun terlihat dimata kita performa nya hampir sama, dengan hasil framerate yang tidak jauh berbeda, namun jika vsync dimatikan dan dibandingkan kualitas gambarnya akan terlihat dimana SGX540 benar2 monster dan sangat cepat!
Hal ini juga belum lagi ditambah dengan driver yang dipakai di dalam OS yg berada di smartphone atau gadget tersebut. Jadi, cukup sulit menentukan mana GPU terbaik, karena masing-masing GPU memiliki kelebihan dan kelemahannya tersendiri dan tergantung pula pada support dari SOC nya masing-masing.

Kelas Graphics Processing Unit
Kelas low end

-Adreno 130 (htc hero)

-adreno 200 (GALAXY MINI/fit/ace,nexian Journey,csl mi320,desire,nexus one,droid incridible,x10)

-power vr 530 (Milestone1,charm)


Kelas mid end
-adreno 205 (CSL MI410,galaxy W,huawei x5,xperia mini/pro/active,droid x,htc thunderbolt,se play)
-powerVR 535 (iPhone 4/ipod gen4/ipad)
-Hummingbird/SGX540 clock 200 (Samsung Galaxy S/tab1/epic 4g)
Kelas high end
-SOC A5/SGX543MP2 (iPad 2)
-SGX543MP4, yang dipakai di Playstation Vita
-adreno 220 (HTC SENSATION)
-nvidia tegra 2 (LG OPTIMUS 2x)
-Mali 400MP2 (GALAXY S II )
-SGX544MP+ akan berada di OMAP 5 yg mnggunakan quadcore dual CPU A15
-adreno 225
-mali 400MP4 (galaxy s3)
sumber : http://paskahfoundation.blogspot.com

4 Tips Optimalisasi RAM android



Untuk mencapai performa yang kencang dan bebas dari lag yang menjengkelkan, sebuah perangkat Android harus memiliki prosesor dengan clock speed tinggi. Namun kecepatan prosesor saja tidak cukup untuk menjamin ponsel atau tablet Android kalian menjadi kencang layaknya mobil Formula1.

Untuk perangkat high-end terbaru, memory atau RAM bukanlah masalah berarti karena umumnya mereka telah dilengkapi RAM yang lega hingga 2GB. Namun untuk perangkat low-end atau “Android ekonomis” yang hanya dilengkapi RAM dibawah 1GB, kapasitas RAM adalah suatu masalah besar. Terutama untuk menjalankan aplikasi atau game baru yang haus akan memory. Hal ini bisa diatasi dengan melakukan optimalisasi RAM Android. Apa saja itu, simak saja post ini dari awal hingga akhir.

Koneksi Nirkabel

Koneksi nirkabel seperti Wi-Fi dan Bluetooth secara berkala melakukan scanning koneksi yang tersedia (hot spot) dan proses ini lumayan memakan RAM. Untuk mematikan opsi koneksi nirkabel bisa dilakukan di “Settings”.

Widget

Walaupun widget bisa membuat home screen Android kalian menjadi indah dan menawarkan kemudahan, namun dibalik itu widget-widget tersebut sangat rakus akan memory dan membuat Android kalian lemot. Bahkan beberapa widget melakukan update melalui internet tiap menitnya, yang tentu memakan kapasitas RAM (juga baterai). Oleh karena itu, ada baiknya jika kalian menghapus beberapa widget yang jarang atau bahkan tidak kalian perlukan. Untuk menghapus widget-widget yang tidak diperlukan caranya cukup mudah, tinggal pencet widget agak lama lalu tarik ke ikon tempat sampah untuk menghapusnya.

Aplikasi Sampah

Android adalah gudangnya aplikasi dan permainan gratisan, banyaknya “barang gretongan” ini membuat kita haus untuk memngunduhnya. Padahal tidak semua aplikasi atau game yang kita unduh sering kita gunakan atau kita butuhkan, akibatnya malah membebani memory karena beberapa aplikasi sering berjalan di background.
Cobalah untuk melakukan audit, aplikasi atau permainan apa yang jarang kita pakai. Lalu lakukan optimalisasi RAM Android dengan menghapus aplikasi-aplikasi “sampah” tersebut. Selain melegakan RAM, media penyimpanan ponsel kalian juga akan lebih lega pula.

SMS

Hapus pesan SMS yang sudah berumur agak lama. Memang ukuran SMS tersebut hanya beberapa kilobyte namun akan tetap membebani RAM karena tiap kalian membuka aplikasi SMS, aplikasi tersebut akan memuat tiap SMS yang kalian simpan. Bila perlu gunakan fitur penghapus otomatis pesan lama. Jika aplikasi bawaan tidak mendukung fitur tersebut, gunakan aplikasi pesan pihak ketiga seperti Go SMS Pro atau Handcent SMS.


Bagaimana Menghemat Baterai Android?



Memiliki daya tahan baterai yang lama adalah salah satu esensi dari perangkat mobile, tak terkecuali dengan perangkat Android. Apa artinya jika memiliki perangkat tercanggih, terbaru, dan termutakhir namun boros baterai? Kalian akan disibukkan dengan rutinitas charging atau mengisi daya baterai, dan hal tersebut sangatlah menjengkelkan. Lalu apa solusinya? Sangatlah mudah, ikuti saja beberapa tips lengkap cara menghemat baterai Android berikut. Semoga berguna dan jangan lupa untuk berbagi tips ini dengan teman atau keluarga kalian.

Jaringan Seluler, Wi-Fi, dan Nirkabel


Jika kalian harus terkoneksi dengan internet melalui jaringan Wi-Fi atau 3G, maka pilihlah menggunakan jaringan Wi-Fi! Jaringan seluler dikenal lebih boros saat terkoneksi dengan internet bila dibanding dengan jaringan Wi-Fi. Alasannya adalah masalah kekuatan sinyal dan jarak dengan tiang pemancar seluler (BTS). Ponsel akan membutuhkan daya yang lebih besar jika sinyal seluler yang diperolehnya lemah atau jarak dengan pemancar BTS terlalu jauh. Sedangkan pemancar Wi-Fi biasanya dipasang dekat dengan kalian, sehingga sinyal lebih kuat dan lebih stabil. Oiya satu lagi, jangan lupa untuk mematikan fitur hotspot Android (tethering) jika tidak sedang digunakan, fitur ini juga makan daya agak banyak.

Notifikasi, Autosync, dan Frekuensi Refresh refresh 
 
1. Frekuensi Refresh Aplikasi dan Widget Beberapa aplikasi seperti Twitter, Facebook, Gmail, widget dan aplikasi lainnya memberikan opsi untuk menampilkan informasi secara up-to-date dalam interval waktu tertentu. Semakin panjang interval yang kalian atur untuk update informasi, maka semakin hemat baterai Android kalian. Jika kalian ingin lebih menghemat baterai Android kalian secara optimal, maka matikan fitur refresh otomatis tersebut dan jika kalian ingin update informasi terbaru lakukanlah secara manual.

2. Aplikasi Beriklan Sebisa mungkin hindarilah aplikasi gratisan yang menampilkan iklan. Aplikasi beriklan akan membutuhkan daya lebih karena setiap waktu mengunduh iklan tertentu dan mengunggah beberapa data untuk keperluan iklan berbasis lokasi.

3. Notifikasi Matikan notifikasi untuk aplikasi yang tidak atau jarang kalian gunakan. Jika aplikasi pada ponsel atau tablet kalian sering memberikan notifikasi atau update, maka baterai Android kalian akan lebih boros daya. Untuk menampilkan notifikasi, aplikasi-aplikasi tersebut berjalan pada background dan mengunduh informasi dari server mereka, sehingga membutuhkan daya yang lebih untuk menjalankan proses tersebut. Jika kalian memiliki perangkat yang menjalankan Jellybean 4.1 atau 4.2, kalian bisa menghemat baterai Android dengan mengakses Setting > Apps, pillih tab All, lihat tiap halaman informasi aplikasi dan hilangkan centang pada pilihan “Show Notification”.

 Layar


Lebih gampangnya, semakin cerah layar semakin boros baterai. Hal ini berlaku baik untuk ponsel maupun tablet Android. Jika kalian sedang di dalam ruangan, maka aturlah tingkat kecerahan layar seminim mungkin namun masih tetap nyaman untuk mata kalian. Ketika di dalam ruangan kalian tidak memerlukan layar yang terlalu cerah, hal ini juga sangat membantu dalam menghemat baterai Android kalian. Beberapa orang menyarankan untuk menggunakan fitur auto-brightness untuk menghemat baterai Android. Namun untuk menjalankan fitur kecerahan layar otomatis tersebut, sensor cahaya harus bekerja terus-terusan untuk mendeteksi tingkat cahaya lingkungan sekitar dan hal ini mengkonsumsi daya baterai sehingga kontraproduktif. Untuk lebih menghemat baterai Android, kalian bisa memperpendek waktu menyala layar (screen’s timeout). Jika biasanya cahaya layar mati setelah lima atau sepuluh menit, rubahlah menjadi 15 atau 30 detik. Membiarkan layar menyala beberapa menit tanpa menggunakannya akan sangat membuang daya baterai dengan sia-sia.

Fitur Android


1. Fitur Konektivitas Kapanpun jika tidak dibutuhkan matikan fitur konektivitas ini, terutama fitur-fitur berikut: GPS Wi-Fi 4G/LTE dan sambungan seluler Bluetooth NFC Walaupun tidak sedang digunakan, fitur-fitur di atas bila dibiarkan aktif akan memakan daya baterai yang tidak sedikit.

2. Haptic Feedback Sering-sering menggunakan fitur vibrasi atau getar akan memakan daya baterai dengan cepat. Haptic feedback adalah vibrasi yang ditimbulkan sebagai interaksi atau aktifitas yang diberikan kepada perangkat Android kalian. Fitur ini menggunakan komponen motor kecil yang ada pada perangkat untuk menggetarkan ponsel atau tablet kalian, dan fitur ini juga lumayan memakan daya. Akankah sangat bijak jika kalian menggunakan fitur ini untuk hal-hal yang penting saja, seperti saat mengetik atau ketika ponsel harus masuk ke kantong kalian.

Wallpaper dan Tema wallpaper


1. Live Wallpaper

Live wallpaper memang keren dan indah. Hal ini menjadi salah satu fitur keren Android bila dibanding sistem operasi ponsel lainnya. Tapi fitur ini ternyata menjadi salah satu fitur yang rakus akan daya baterai. Tak ada data pasti berapa besar daya yang dimakan oleh live wallpaper, namun satu hal yang pasti bahwa fitur ini mengkonsumsi daya karena CPU dan GPU dipaksa bekerja untuk menampilkan animasi terus menerus. Jika kalian bersedia mematikan fitur ini, maka kalian akan menghemat baterai Android dengan cukup baik.

2. Tema Berwarna Gelap

Tips menghemat baterai Android yang ini mungkin tidak akan berdampak pada perangkat berlayar LCD biasa, namun untuk perangkat Android berlayar OLED (atau AMOLED pada Samsung) akan sangat berguna. Tak seperti layar LCD biasa, piksel pada layar OLED memproduksi cahayanya sendiri. Semakin terang piksel (putih biasanya), maka semakin besar daya yang dibutuhkan. Warna hitam secara teori adalah piksel yang tak bercahaya, sehingga menghemat daya baterai. Jadi sebaiknya gunakanlah wallpaper atau tema yang berwarna gelap pada Android yang menggunakan layar berteknologi OLED.

Layanan Lokasi

Kalian juga bisa sedikit lebih menghemat baterai Android dengan mematikan layanan lokasi (biasa diakses pada Settings > Location Services). Dengan mematikan fitur ini, kalian mencegah perangkat untuk mengakses Wi-Fi atau jaringan seluler untuk menentukan lokasi geografis kalian dan mengirimnya ke server Google.


Aplikasi “Jelek”

Beberapa aplikasi dapat memakan daya baterai dengan boros, baik karena secara sifat alamiahnya (berupa game) atau karena ditulis dengan “jelek” oleh programer yang kurang jago atau berkompeten. Kalian harus pandai-pandai menemukan aplikasi apa saja yang boros daya. Kalian bisa menemukannya pada Settings > Battery atau Settings > Power > Battery Use. Di situ kalian bisa melihat aplikasi apa saja yang paling doyan memakan daya baterai. Lakukan identifikasi aplikasi apa yang memakan daya maupun tenaga CPU. Beberapa aplikasi yang di-coding secara asal-asalan biasanya memakan tenaga CPU dan daya baterai sehingga wajib untuk dihapus. Gantilah aplikasi tersebut dengan aplikasi sejenis namun diprogram oleh programer yang benar.


Mode Hemat Daya



Beberapa perangkat Android menawarkan fitur penghemat daya, jika ponsel atau tablet kalian mendukung fitur ini maka aktifkanlah. Pada beberapa ponsel Samsung kalian bisa mengatur mode penghemat daya dengan pilihan seperti: membatasi kecepatan CPU, pengaturan pada layar, pengaturan haptic feedback, dan lain-lain. Jika suatu saat kalian ingin menggunakan ponsel untuk keperluan yang agak berat seperti bermain game, kalian bisa mematikan fitur ini dengan cepat dan performa perangkat akan kembali normal pada kinerja optimal.

Rooting

 Melakukan rooting memberikan banyak keuntungan, salah satunya ialah menghemat baterai Android. Rooting sendiri tidak serta merta memberikan nafas panjang pada baterai kalian, namun beberapa metode yang membutuhkan akses root dapat digunakan untuk mengoptimalkan daya baterai kalian.

1. Menghapus Bloatware Dengan melakukan rooting, kalian bisa mengakses partisi dan direktori yang ‘terlarang” atau tersembunyi. Dengan hilangnya ‘larangan”, kalian bisa menghapus aplikasi yang tak berguna tau biasa disebut bloatware yang merupakan aplikasi bawaan pabrik atau operator seluler. Aplikasi tersebut kadang berjalan pada background dan memakan daya baterai, sehingga wajib untuk “dibasmi”.

2. Underclocking Dengan memiliki akses root, kalian bisa menginstal aplikasi yang mampu mengoptimalkan kinerja CPU Android. Beberapa aplikasi seperti setCPU, No-frills CPU, dan CPU Tuner bisa kalian pakai untuk mengatur kecepatan prosesor pernagkat kalian. Tentunya untuk menghemat daya kalian harus melakukan underclock atau menurunkan kecepatan CPU.

3. Custom Kernel Beberapa developer Android menawarkan kernel kustom racikan mereka yang hemat daya, kalian bisa menggunakannya sebagai salah satu upaya untuk menghemat baterai Android. Kesimpulan Cara Menghemat Baterai Android Daya tahan baterai adalah salah satu hal yang kita pertimbangkan dalam membeli suatu perangkat Android atau gadget lainnya. Namun kita tidak boleh buta dan serta merta mengharapkan gadget yang memiliki daya baterai tak terbatas. Semua baterai yang ada di pasaran memiliki kapasitas dan batasan, kita harus bisa memakluminya. Jika kita sadar akan batasan yang dimiliki baterai, dan menyesuaikan cara pemakaian perangkat berdasar batasan tersebut, maka kita akan bisa memperpanjang jam kerja dan mengoptimalkan baterai pada perangkat Android yang kita miliki.

 
Design Downloaded from Free Website Templates Download | Free Textures | Web Design Resources