Showing posts with label science. Show all posts
Showing posts with label science. Show all posts

Saturday, 6 July 2013

Jenis-jenis layar ponsel/handphone

Banyak dari kita yang mempunyai smartphone canggih yang harganya mahal, mempunyai layar amoled atau bahkan super amoled tapi banyak dari kita yang tidak tau perbedaan layar-layar tersebut. Karena saya share tentang jenis-jenis layar ponsel dibawah ini

1. Layar monochrome / hitam putih

Layar jadul ini sangat jarang kita temuin di handphone jaman sekarang, kalau liat layar handphone gini jadi ingat masa-masa waktu SMP dulu, hp item putih. Untuk saat ini walaupun udah jarang tapi masih ada loh hp yg diproduksi dengan tipe layar item-putih, khususnya handphone low-end. Tapi ada satu yang menjadi kelebihan handphone dengan tipe layar ini, daya tahan baterainya lama banget! bahkan bisa sampe 1 minggu gak dicas-cas bisa bertahan, sebab layar ini gak butuh daya baterai yang besar.

2. Passive-Matrix Color Display


Yang termasuk menggunakan teknologi ini adalah layar STN dan CSTN. Tentunya tipe layar ini lebih manteb dikit dari sebelumnya, STN singkatan dari “Super Twisted Nematic” dan CSTN “Color Super Twisted Nematic”. Tipe layar handphone jenis ini udah mulai ada warnanya, walaupun masih pemula, tetapi inilah cikal bakal layar smartphone saat ini. 

CSTN sendiri merupakan tipe layar perbaikan dari STN, yang diperbaiki dari segi respons serta ketajaman warna yang lebih mumpuni dari STN, bahkan hampir mendekati kekuatan layar TFT. 


3.TFT
 
Teknologi ini digunakan oleh Layar TFT LCD (Thin Film Transistor), Tipe layar yang satu ini mulai mementingkan kualitas gambar, walaupun membutuhkan daya yang lebih besar alias boros dibandingkan beberapa jenis layar handphone sebelumnya. Keunggulan layar ini adalah kualitas gambar lebih terang dan jelas serta respon yang lebih cepet.
Selain digunakan pada smartphone, jenis layar yang satu ini juga digunakan untuk layar televisi, monitor komputer, video games, serta projector.

4. UFB (Ultra Fine Bright)
UFB merupakan salah satu jenis layar teknologi LCD yang pertama kali dikenalin sekaligus diciptain oleh Samsung di tahun 2002. Banyak yang menyebutkan bahwa jenis layar ini sangat irit daya, karena bisa berjalan hanya dengan daya 3 mW (miliWatt). Dibanding dengan tipe layar sebelumnya TFT, UFB lebih sedikit membutuhkan daya sehingga baterai lebih awet. Selain daya yang digunakan irit, kebanyakan handphone dengan menggunakana layar UFB bisa didesain lebih tipis dibanding dengan handphone yang menggunakan LCD lainnya yaitu hanya setebal 2,2 mm. tipisss bangettt!
PS : saat ini ane udah nggak nemu handphone dengan jenis layar ini.

5. Layar IPS LCD

IPS LCD Singkatan dari “In Plane Switching” LCD. Model layar yang satu ini, selain gambar juga udah bagus, juga menekankan kesempurnaan pada sudut pandang mata kita ketika ngeliat layar smartphone.
Artinya, layar ini akan mantap dari sudut pandang mana aja, kiri, kanan, bawah, atas, hingga 180 derajat, Asal jangan dari belakang, gak keliatan donk :p
Teknologi panel IPS diklaim yang terbaik dilihat dari tingkat keakuratannya yang boleh dikasih 2 jempol, kedalaman warna yang baik. Panel IPS sangat cocok untuk desain grafis, potografi,indsutri  film, kebutuhan medis serta aplikasi keamanan.
6. Layar S-LCD (Super LCD)
 
Super LCD Inilah pengembangan dari Jenis layar LCD. Akurasi (kejelasan) dan Kecerahan gambar dan teksnya leboh tokcer. Selain peningkatan Kecerahan dan Akurasi, Jenis layar Super LCD memiliki sudut pandang yang lebar laykanya IPS LCD yang otomatis membuat sobat bisa melihat layar smartphone dari samping, atas, bawah dengan cukup jelas.

7. Layar OLED (Organic Light Emitting Diode)

Oled Teknologi OLED terkenal dengan tipis (kecil dari 1 mm) dan fleksibelnya. Kelemahannya hanya sulit untuk dilihat apabila Anda berada pada keadaan di bawah sinar yang terang seperti sinar matahari. Awalnya Teknologi ini ditemukan oleh ilmuwan dari Perusahaan Eastman Kodak, yaitu Dr. Ching W. Tang (1979). Layar jenis OLED tentunya lebih baik dari tampilan tipe-tipe layar sebelumnya seperti yang ane sebutin diatas. Bahkan kabar terbaru, produsen asal China akan memproduksi smartphone anti pecah yang layarnya mengusung teknologi OLED.

8. Layar AMOLED (Active Matrix OLED)

 Amoled Layar AMOLED ini mempunyai kecepatan respon yang lebih baik. Layar smartphone tipe ini nggak boros baterai dan hemat energi, sebab layar amoled tidak butuh cahaya yang besar dari latar belakangnya. Selain itu layar AMOLED sama dengan layar UFB dari segi desain yang sangat tipis kalau dibandingkan dengan tipe layar lainnya. Amoled bisa dikatakan sebagai gabungan dari TFT dan OLED. Kekurangan smartphone tipe ini agak kurang jelas kalau dilihat dibawah sinar matehari.

9. Layar Super AMOLED

Hanya perbaikan dari tipe AMOLED, perbaikan ini pertama kali dilakukan oleh pihak samsung, yang mereka lakukan adalah perbaikan pada kejelasan gambar dan tulisan pada layar jika dilihat dibawah sinar matahari. Untuk saat ini, didunia smartphone Layar Tipe S-Amoled inilah teknologi terbaru yang paling keren, biasanya digunakan untuk smartphone kelas VIP

10. Layar Super AMOLED Plus

Awal mulanya Layar Super Amoled Plus ini digunakan oleh produk samsung galaxy S2 yang merupakan penyempurnaan dari Super Amoled. Tentunya Super Amoled Plus sudah lebih baik dengan brightnes (kecerahan), ketajaman (sharpness) dibanding Super Amoled, selain itu layar smartphone tipe ini lebih hemat energi.




11. Retina Display

Nah, yang satu ini inovasi yang fantastis dari Apple yang saat itu dipimpin oleh Steve Jobs (udah meninggal). Pertama kali dikenalkan pada Produk Apple Iphone 4, dimana keunggulan dari Retina Display ini mempunyai resolusi yang lebih oke dibanding tipe Amoled. Dari segi konsumsi daya, Amoled lebih mantap dibandingkan Retina Display.

sumber : http://www.tehnoza.com



 



Monday, 1 July 2013

Pengertian inflasi

Inflasi, ya mulai dari kemarin sebelum BBM resmi dinaikkan sampai sekarang sudah benar-benar naik kata-kata ini ini sering terdengar di telinga kita mulai dari TV, surat kabar, radio semua membahas tentang inflasi. Kita pun sebagai masyarakat biasa cuma mengikuti berita saja tanpa tahu apa pengertian inflasi sebenarnya. Nah disini saya mencoba untuk memberikan pengertian yang mudah untuk dipahami.

Pengertian inflasi saya coba kutip dari wikipedia "inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang" Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.

Dari pengertian dari wikipedia maka bisa saya simpulkan inflasi adalah menurunnya nilai mata uang yang disebabkan oleh naiknya nilai barang, ini bisa disebabkan karena antara lain naiknya BBM, kelangkaan barang, jebloknya kurs mata uang dll. Mudahnya, jika dulu sekitar 15 tahun yang lalu atau waktu saya SD saya bisa membeli nasi bungkus seharga Rp.100 maka sekarang saya harus membelinya seharga Rp.5000 maka ini bisa dikatakan nilai uang menurun dibanding nilai barang dan kalau kata orang jawa"rego-rego mundak kabeh"

terimakasih semoga berguna.

Air ternyata sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui

Air yang dulu waktu kita SD dijelaskan merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbarui sekarang keberadaannya semakin memprihatinkan. Sumber-sumber air yang dulu tidak pernah kering meskipun bulan kemarau sekarang pada musim penghujanpun sudah banyak yang kering. Dulu dijelaskan siklus air di bumi sebagai berikut



pertama dimulai dari penguapan air laut, tanaman dan danau oleh sinar matahari. Setelah menjadi uap maka maka uap air mengumpul ke atas menjadi awan setelah itu awan atau uap air mengalami kondensasi atau pengembunan menjadi titik-titik air turun kembali ke bumi dalam bentuk hujan.

Setelah turun hujan air masuk ke pori-pori tanah kemudian terperangkap oleh akar-akar pohon dan muncul kembali dalam bentuk sumber air, karena itu sumber air kebanyakan muncul di hutan karena semakin banyak air yang terperangkap oleh akar pohon maka semakin besar pula sumber air yang terbentuk. Sumber air itu ada yang muncul ke permukaan dalam bentuk aliran sungai, ada pula yang harus dibor terlebih dahulu untuk mendapatkannya, dan akhirnya aliran-aliran sungai tersebut akan bermuara ke laut dan akan terus berulang.

dilihat dari siklusnya terlihat air didunia ini tidak akan pernah habis, tapi kenyataannya sekarang banyak sumber air yang kering. Hal ini dikarenakan kita merusak salah satu faktor penting yang menjaga siklus air yaitu hutan. Jika hutan gundul maka air hujan akan langsung mengalir tanpa ada yang menghalangi dan akibatnya banyak terdapat banjir dan  air hujan itu juga langsung mengalir ke laut sehingga tidak ada penyimpanan air tanah yang menyebabkan sumber air mengecil bahkan lama-lama menjadi kering.

Jika dilihat memang air  merupakan sumber daya alam yang bisa diperbarui karena jumlahnya memang tidak bisa habis tapi yang harus dipikirkan adalah jumlah air bersih yang ada di permukaan bumi ini lama-lama bisa habis dikarenakan tidak adanya sumber air yang memadai. kaena itu mulai sekarang kita harus mulai berhemat air karena bukan tidak mungkin nanti harga air perliternya bisa lebih mahal daripada minyak bumi.

terimakasih semoga bermanfaat.

Saturday, 29 June 2013

Perbedaan Layar Sentuh (Touch Screen) Resistive dan Capacitive

Dewasa ini, banyak produk elektronik menggunakan sistem layar touch screen. Adapun layar touch screen ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Capacitive (berbasis sidik jari) dan Resistive (berbasis tekanan). Lalu apa saja yang membedakan kedua jenis layar touch screen ini ? Mari kita bahas. Lets Check It Out..

Capacitive : sangat ‘smooth’ untuk dioperasikan karena hanya membutuhkan keberadaan jari tangan, tanpa tekanan. Tampilan layarnya memiliki kejernihan hingga sekitar 90% dan bila terkena paparan sinar matahari tidak mempengaruhi kualitas tampilan. Namun kelemahannya adalah tidak mendukung penggunaan stylus, meskipun dewasa ini sudah banyak stylus untuk layar sentuh capavitive. Dan lagi kebanyakan jenis layar sentuh yang ini tidak bisa digunakan sama sekali saat menggunakan sarung tangan/hand schöen.
Hal ini cukup menyulitkan para pendaki gunung, orang-orang yang hidup di suhu dingin atau ekstrim dingin; tenaga medis yang stand by saat sedang mengenakan hand schöen; orang yang memelihara kuku panjang untuk fashion atau memainkan suatu jenis alat musik tertentu dsb karena penggunaan kuku tidak bisa pada jenis capacitive; orang yang senang metode input text tertentu seperti handwriting menggunakan stylus; dan rider atau backpacker yang berkelana dengan sepeda motor karena tidak efisien bila harus membuka sarung tangan terlebih dahulu untuk menerima telepon, atau melihat ‘map’ (navigasi) di layar saat berkendara.


Resistive : sensitif terhadap tekanan, mendukung penggunaan stylus, plectrum, dan benda sejenisnya. Tidak ada pengaruh walaupun menggunakan sarung tangan yang tebal. Lebih murah dibuat namun tidak mendukung multi finger touch (jika pengguna menyentuh layar dengan lebih dari 1 jari, gadget tidak bisa menentukan posisi sentuh dengan akurat). Tampilan layarnya tidak sejernih jenis capacitive. Pada beberapa gadget terbaru sistem resistive sudah dimodifikasi dengan adanya kinetic scrolling sehingga memudahkan proses geser halaman seperti pada sistem capacitive i-phone.


Contoh gadget capacitive –> i-phone, blackberry storm, HP android google, motorola milestone, LG GD-900,LG arena KM900, LG new chocolate BL40, sony ericsson aino, samsung corby S3653, HTC droid eris, HTC magic

Contoh gadget resistive –> nokia 5800 XM, nokia n97, nokia tablet n900, nokia 5230, nokia 5530 XM, samsung star, samsung jet S8003, sony ericsson Xperia X1 & X2,  LG renoir KC910, HTC touch viva, HTC touch diamond, HTC touch cruise, HTC touch pro, Dopod 838 pro, O2 XDA flame


Klo dari admin sendiri lebih memilih layar capacitive dikarenakan lebih sensitif terhadap respon, dan tentunya karena bisa multitouch.

Monday, 24 June 2013

Proses Pembuatan Semen Secara Singkat

Dalam pengetahuan umum semen diartikan sebagai bahan perekat yang mempunyai sifat-sifat yang mampu mengikat bahan-bahan padat menjadi satu kesatuan yang kompak dan kuat. Singkatnya proses pembuatan semen itu ialah “Giling, Bakar, Giling”. Nah untuk itu akan saya jelaskan tentang proses pembuatan semen.

Uraian Proses Pembuatan Semen
Pembuatan semen terdiri dari 5 tahap proses produksi, yaitu:
1. Proses Penyiapan Bahan Baku
2. Proses Pengolahan Bahan
3. Proses Pembakaran
4. Proses Penggilingan Akhir
5. Proses Pengemasan (Packing)

Flow Sheet Process Cement
I. Proses Penyiapan Bahan Baku
Bahan baku pembuatan semen yaitu:
1. Batu Kapur
Susunan batu-batuan yang mengandung 50 % CaCO3. Lebih sering disebut Lime Stone.
2. Tanah Liat (Clay)
Tanah liat mempunyai rumus kimia 2SiO3.2H2O (kaolinite).
Bahan Korektif pembuatan semen:
1. Pasir besi (Fe2O3) atau Copper Slag (Fe.SiO3, Ca2Fe, CuO)
2. Pasir silika (SiO2)
3. Limestone High Grade (CaCO3).

Raw Meal Semen
Bahan baku utama semen yang berupa bahan baku akan diperoleh dari mining atau tambang. Bahan baku berupa batu kapur dan tanah liat akan dihancurkan untuk memperkecil ukuran agar mudah dalam proses penggilingan. Alat untuk menghancurkan bahan baku tersebut dinamakan Crusher. Crusher adalah equipment atau alat yang berfungsi untuk memecahkan material, seperti batu kapur, clay, coal, dan clinker.
Untuk material Limestone (batu kapur), ukuran umpan maximum yang diperbolehkan yaitu 1.500 mm. Sedangkan ukuran produk diharapkan maximal 75 mm.
Untuk material Clay/High Silica, mesin yang digunakan adalah Impact Roller Crusher dan Jaw Crusher. Adapun ukuran umpan maximum sebesar 500 mm, sedangkan ukuran produk maksimal 75 mm.
Setelah itu raw material akan mengalami proses pre-homogenisasi. Tujuan pre-homogenisasi material adalah untuk memperoleh bahan baku yang lebih homogen.
Adapun metode pre-homogenisasi yaitu:
1. Stacking/Penumpukan/Penimbunan: gerakan maju-mundur atau kanan-kiri
2. Reclaiming/Pengambilan/Penarikan: dari samping (side reclaiming), dari depan (front reclaiming)

Mineral Semen
Umumnya, stock pile dibagi menjadi 2 bagian yaitu sisi kanan dan siosi kiri. Hal ini dilakukan untuk menunjang proses, jika stock pile bagian kanan sedang digunakan masukan proses, maka sisi bagian kiri akan diisi bahan baku dari crusher. Begitu juga sebaliknya. Untuk mengatur letak penyimpanan bahan baku, digunakan reclaimer. Reclaimer ini berfungsi untuk memindahkan atau mengambil raw material dari stock pile ke belt conveyor dengan kapasitas tertentu, sesuai dengan kebutuhan proses, alat ini sendiri berfungsi untuk menghomogenkan bahan baku yang akan dipindahkan ke belt conveyor.
Selanjutnya bahan baku dikirim dengan menggunakan belt conveyor menuju tempat penyimpanan kedua, yang bias dikatakan merupakan awalan masukan proses pembuatan semen, yaitu bin. Umumnya ada 4 buah bin yang diisi oleh masing-masing 4 material bahan baku, yaitu limestone, clay, pasir silica, dan pasir besi. Semua bin dilengkapi dengan alat pendeteksi ketinggian atau level indicator sehingga apabila bin sudah penuh, maka secara otomatis masukan material ke dalam bin akan terhenti.
Pengumpanan bahan baku ke dalam sistem proses selanjutnya diatut oleh weight feeder, yang diletakkan tepat di bawah bin. Prinsip kerja weight feeder ini adalah mengatur kecepatan scavenger conveyor, yaitu alat untuk mengangkut material dengan panjang tertentu dan mengatur jumlah bahan baku sehingga jumlah bahan baku yang ada pada scavenger conveyor sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Selanjutnya bahan baku dijatuhkan ke belt conveyor dan dikirim ke Vertical Roller Mill untuk mengalami proses penggilingan danan pengeringan. Pada belt conveyor terjadi pencampuran limestone, clay, pasir silica, dan pasir besi.
II. Proses Pengolahan Bahan
Alat utama yang digunakan dalam proses penggilingan dan pengeringan bahan baku adalah Vertical Roller Mill (VRM). Media pengeringnya adalah udara panas yang berasal dari siklon-preheater. Udara panas tersebut juga berfungsi sebagai media pembawa bahan-bahan yang telah halus menuju alat proses selanjutnya.

Vertical Roller Mill
Alat-alat yang mendukung proses ini: Cyclone, Electrostatic Precipitator (EP), Stack dan Dust Bin.
Bahan baku masuk ke dalam Vertical Roller Mill (Raw Mill) pada bagian tengah (tempat penggilingan), sementara itu udara panas masuk ke dalam bagian bawahnya. Material yang sudah tergiling halus akan terbawa udara panas keluar raw mill melalui bagian atas alat tersebut.
Vertical Roller Mill memiliki bagian yang dinamakan separator yang berfungsi untuk mengendalikan ukuran partikel yang boleh keluar dari raw mill, partikel dengan ukuran besar akan dikembalikan ke dalam raw mill untuk mengalami proses penggilingan kembali agar ukurannya mencapai ukuran yang diharapkan.
Sementara itu partikel yang ukurannya telah memenuhi kebutuhan akan terbawa udara panas menuju cyclone. Cyclone berfungsi untuk memisahkan antara partikel yang cukup halus dan partikel yang terlalu halus (debu). Partikel yang cukup halus akan turun ke bagian bawah cyclone dan dikirim ke Blending Silo untuk mengalami pengadukan dan homogenisasi. Partikel yang terlalu halus (debu) akan terbawa udara panas menuju Electrostatic Precipitator (EP). Alat ini berfungsi untuk menangkap debu-debu tersebut sehingga tidak lepas ke udara. Efisiensi alat ini adalah 95-98%. Debu-debu yang tertangkap, dikumpulkan di dalam dust bin, sementara itu udara akan keluar melalui stack.
Kemudian material akan mengalami proses pencampuran (Blending) dan homogenisasi di dalam Blending Silo. Alat utama yang digunakan untuk mencamnpur dan menghomogenkan bahan baku adalah blending silo, dengan media pengaduk adalah udara.
Bahan baku masuk dari bagian atas blending silo, oleh karena itu alat transportasi yang digunakan untuk mengirim bahan baku hasil penggillingan blending silo adalah bucket elevator, dan keluar dari bagian bawah blending silo dilakukan pada beberapa titik dengan jarak tertentu dan diatur dengan menggunakan valve yang sudah diatur waktu bukaannya. Proses pengeluarannya dari beberapa titik dilakukan untuk menambah kehomogenan bahan baku.
Blending silo dilengkapi dengan alat pendeteksi ketinggian (level indicator), sehingga jika blending silo sudah penuh, maka pengisian bahan baku terhenti secara otomatis.
III. Proses Pembakaran
Pemanasan Awal (Pre-heating)
Alat utama yang digunakan untuk proses pemanasan awal bahan baku adalah suspension pre-heater, sedangkan alat bantunya adalah kiln feed bin. Setelah mengalami homogenisasi di blending silo, material terlebih dahulu ditampung ke dalam kiln feed bin. Bin ini merupakan tempat umpan yang akan masuk ke dalam pre-heater. Suspension pre-heater merupakan suatu susunan 4-5 buah cyclone dan 1 buah calciner yang tersusun menjadi 1 string. Suspension pre-heater yang digunakan terdiri dari 2 bagian, yaitu in-line calciner (ILC) dan separate line calciner (SLC). Material akan masuk terlebih dahulu pada cyclone yang paling atas hingga keluar dari cyclone kelima. Setelah itu, material akan masuk ke dalam rotary kiln.

Preheater
Pembakaran (Firing)
Alat utama yang digunakan adalah tanur putar atau rotary kiln. Rotary kiln adalah alat berbentuk silinder memanjang horizontal yang diletakkan dengan kemiringan tertentu. Kemiringan rotary kiln umumnya sekitar 3 – 4 o dengan arah menurun (declinasi). Dari ujung tempat material masuk (inlet), sedangkan di ujung lain adalah tempat terjadinya pembkararn bahan bakar (burning zone). Jadi material akan mengalami pembakaran dari temperatur yang rendah menuju ke temperatur yang lebih tinggi.

Kiln
Bahan bakar semen yang digunakan adalah batu bara, sedangkan untuk pemanasan awal digunakan Industrial Diesel Oil (IDO). Untuk mengetahui sistem kerja tanur putar, proses pembakaran bahan bakarnya, tanur putar dilengkapi dengan gas analyzer. Gas analyzer ini berfungsi untuk mengendalikan kadar O2, CO, dan NOx pada gas buang jika terjadi kelebihan atau kekurangan, maka jumlah bahan bakar dan udara akan disesuaikan.
Daerah proses yang terjadi di dalam kiln dapat dibagi menajadi 4 bagian yaitu:
  1. Daerah transisi (transition zone)
  2. Daerah pembakaran (burning zone)
  3. Daerah pelelehan (sintering zone)
  4. Daerah pendinginan (cooling zone)
Reaksi kimia semen dapat dijelaskan dengan skema reaksi pembuatan semen

Reaksi Pembuatan Semen
Di dalam kiln terjadi proses kalsinasi (hingga 100%), sintering, dan clinkering. Temperatur material yang masuk ke dalam tanur putar adalah 800–900 oC, sedangkan temperatur clinker yang keluar dari tanur putar adalah 1100-1200 oC.
Pendinginan (Cooling)
Alat utama yang digunakan untuk proses pendinginan clinker adalah cooler. Cooler ini dilengkapi dengan alat penggerak material, sekaligus sebagai saluran udara pendingin yang disebut dengan grate atau alat pemecah clinker (clinker crusher).

Prose Cooler Pada Semen
Setelah proses pembentukan clinker selesai dilakukan di dalam tanur putar, clinker tersebut terlebih dahulu didinginkan di dalam cooler sebelum disimpan di dalam clinker silo. Cooler yang digunakan terdiri dari 9 kompartemen yang menggunakan udara luar sebagai pendingin. Udara yang keluar dari cooler dimanfaatkan sebagai pemasok udara panas pada calciner.
Clinker yang keluar dari tanur putar masuk ke dalam kompartemen, akan jatuh di atas grate. Dasar grate ini mempunyai lubang-lubang dengan ukuran yang kecil untuk saluran udara pendingin. Clinker akan terus bergerak menuju kompartemen yang kesembilan dengan bantuan grate yang bergerak secara reciprocating, sambil mengalami pendinginan pada ujung kompartemen kesembilan terdapat clinker crusher yang berguna untuk mengurangi ukuran clinker yang terlalu besar.
Selanjutnya clinker dikirim menuju tempat penampungan clinker (clinker silo) dengan menggunakan alat transportasi yaitu pan conveyor. Sebelum sampai di clinker silo, clinker akan melalui sebuah alat pendeteksi kandungan kapur bebas (free lime). Jika kandungan free lime dari clinker melebihi batas yang telah ditentukan, maka clinker akan dipisahkan dan disimpan dalam bin tersendiri.
IV. Proses Penggilingan Akhir
Alat utama yang digunakan pada penggilingan akhir, dimana terjadinya pula penggilingan clinker dengan gypsum adalah tube mill. Peralatan yang menunjang proses penggilingan akhir ini adalah:
  1. Tube Mill / Horizontal Mill
  2. Separator
  3. Bag Filter
Gypsum adalah bahan tambahan dalam pembuatan semen yang akan dicampur dengan clinker pada penggilingan akhir. Gypsum yang dapat digunakan adalah gypsum alami dan gypsum sintetic. Gypsum disimpan di dalam stock pile gypsum, kemudian dengan menggunakan dump truck, gypsum tersebut dikirim ke dalam bin gypsum untuk siap diumpankan ke dalam penggilingan akhir dan dicampur dengan clinker.

Clinker yang akan digiling dan dicampur dengan gypsum, terlebih dahulu ditransfer dari clinker silo menuju clinker bin. Dengan menggunakan bin maka jumlah clinker yang akan digiling dapat diatur dengan baik oleh weight feeder
Alat yang digunakan untuk melakukan penggilingan clinker dengan gypsum disebut tube mill. Alat ini berbentuk silinder horizontal. Bagian dalam tube mill terbagi menjadi dua kompartemen. Yang dari masing-masing kompartemen tersebut diisi dengan bola-bola baja dengan beragam ukuran. Kompartemen pertama diisi dengan bola-bola baja yang berdiameter lebih besar daripada  bola-bola yang ada di kompartemen kedua. Prinsip penggunaan bola-bola baja dari ukuran yang besar ke ukuran yang kecil adalah bahwa ukuran bola-bola baja yang lebih kecil menyebabkan luas kontak tumbukan antara bola-bola baja dengan material yang akan digiling akan lebih besar sehingga diharapkan ukuran partikelnya akan lebih halus. Material yang telah mengalami penggilingan kemudian diangkut oleh bucket elevator menuju separator. Separator berfungsi untuk memisahkan semen yang ukurannya telah cukup halus dengan ukuran yang kurang halus. Semen yang cukup halus akan dibawa udara melalui cyclone, kemudian ditangkap oleh bag filter yang kemudian akan ditransfer ke dalam cement silo. Sedangkan semen yang keluar dari bawah cyclone akan dimasukkan kembali ke dalam tube mill untuk digiling kembali.

Cement Mill
V. Proses Pengemasan (Packing)
Silo semen tempat penyimpanan produk dilengkapi dengan sistem aerasi untuk menghindari penggumpalan/koagulasi semen yang dapat disebabkan oleh air dari luar, dan pelindung dari udara ambient yang memiliki humiditas tinggi. Setelah itu Semen dari silo dikeluarkan dengan menggunakan udara bertekanan (discharge) dari semen silo lalu dibawa ke bin penampungan sementara sebelum masuk ke mesin packer atau loading ke truck. kapasitas dan jenis kantong semen yang digunakan tergantung kebutuhan dan permintaan pasar.

Proses Pengemasan Semen
Disini dilakukan proses pengemasan atau pengepakan yang dilakukan sebelum semen dijual kepasaran. Fungsinya adalah agar semen lebih mudah dijual kepasaran, dalam bentuk sak, dan juga agar semen yang dijual dapat dihitung jumlahnya, karena adanya penimbangan. Mempermudah distribusi produk sampai ke pelanggan. Melindungi produk dari pengaruh lingkungan. Biasanya packer dikategorikan menjadi dua jenis yaitu stationary packer dan rotary packer.
 Adapun sistem transport yang biasa digunakan pada packer berupa :
  1. air slide
  2. screw conveyor
  3. bucket elevator
  4. air lift/pneumatic conveying
  5. belt conveyor
Untuk pengontrolan pada sistem packing dilakukan penimbangan untuk pengecekan. Pengecekan berat semen  yang dilakukan yaitu:
  1. Penimbangan di Packer
  2. Random cek ( packing, proses quality control )
  3. Belt weigher ( continous weighing )
Dari cement silo, semen kemudian dikantongi dan siap dipasarkan. Ada juga semen curah yang dimasukkan ke dalam bulk truck.
Semoga artikel tentang Proses Pembuatan Semen Secara Singkat berguna.

sumber :  http://winnyalna.com

Mana yang Lebih Aman, Jalan Kaki atau Lari?

Jalan kaki adalah olahraga termurah dan paling mudah dilakukan dari semua jenis olahraga. Selain jalan kaki, olahraga lari juga menjadi alternatif lain bagi orang-orang yang enggan melakukan olahraga berat, sehingga kedua latihan ini masih menjadi pilihan utama bagi banyak kalangan.

  Mana-yang-Lebih-Aman,-Jalan-Kaki-atau-Lari
Meskipun terkesan ringan dan santai, jalan kaki ternyata bisa menjadi aktivitas yang menyehatkan. Dengan berjalan, Anda bisa mencegah kolesterol yang terakumulasi dalam tubuh dengan cara meningkatkan asupan oksigen dan memfasilitasi sirkulasi darah.
Berjalan juga dapat memperkuat tulang dan otot, karena gerakan berjalan memerlukan lebih dari 600 otot dan 200 tulang yang bekerja.
Tak hanya itu, aktif berjalan kaki dan lari juga membantu mengurangi timbunan lemak di tubuh serta mengurangi risiko penyakit degeneratif akibat bertambahnya usia.
Namun beberapa pakar menyebutkan bahwa jalan kaki dinilai lebih aman dibandingan dengan lari, terutama bagi orang-orang yang mengalami masalah kesehatan tertentu. Mengapa demikian? berikut alasannya seperti dikutip mothernature network.

Aman bagi Otot

Baik jalan kaki maupun lari dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan. Namun beberapa pakar menganggap bahwa jalan kaki lebih aman bagi jaringan otot ketimbang lari. Pasalnya, jika asupan karbohidrat saat berlari tidak memadai maka bisa mangakibatkan katabolisme otot atau penyusutan otot. Biasanya hal ini terjadi pada lari jarak jauh seperti marathon.

Aman bagi Jantung

Orang-orang yang memiliki kondisi jantung lemah biasanya tidak dianjurkan untuk melakukan olahraga lari, karena olahraga lari terlalu berat bagi penedrita sakit jantung.
Beberapa dokter masih merekomendasikan olahraga ini namun tergantung dari tingkat keparahan penyakit jantung yang diderita. Jalan kaki adalah olahraga yang paling aman bagi penderita jantung, yang memiliki manfaat sama besarnya seperti berlari, yakni melancarkan peredaran darah, menurunkan kolesterol dan mencegah penyumbatan pembuluh darah.

Aman bagi Persendian

Tentu saja jalan kaki adalah olahraga yang lebih ‘bersahabat’ bagi persendian, karena lebih minim benturan pada persendian. Berlari dapat memberikan tekanan yang lebih berat pada pergelangan kaki, lutut, pinggang dan persendian lain saat kaki menghentak ke tanah. Tentu ini bisa menjadi risiko tersendiri terutama bagi orang-orang yang mengalami osteoporosis dan osteoarthritis.

Tip Sehat Berjalan Kaki

Meski terkesan sepele, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan saat berjalan kaki, di antaranya:
  • Kenakan sepatu yang sesuai. Memiliki bantalan fleksibel dan kuat untuk menopang keseimbangan tubuh
  • Kenakan jaket atau baju berwarna terang agar pengguna jalan lainnya bisa melihat Anda
  • Pandangan lurus ke depan bukan ke atas atau ke bawah
  • power-walking-how-to
  • Posisi leher netral, tidak menunduk atau menengadah. Selaraskan dengan pandangan mata lurus ke depan agar tidak mengalami nyeri leher.
  • Mulailah berjalan dengan mendaratkan tumit ke tanah terlebih dahulu
  • Bahu rileks dan tidak membungkuk. Tekuk siku membentuk sudut 90 derajat dan ayunkan ke pusat tubuh selama berjalan. Cara ini akan melibatkan lebih banyak otot dan membakar kalori lebih banyak
  • Usahakan agar tubuh berdiri sejajar sehingga otot punggung dan bokong Anda bekerja maksimal dan menghasilkan pembakaran kalori lebih banyak
  • Posisi dada sedikit terangkat sehingga bisa menarik napas panjang, memperluas otot perut dan cobalah bernapas seirama dengan langkah
  • Saat mengambil rute menanjak condongkan tubuh sedikit ke depan untuk mengurangi beban pada persendian. Sebaliknya, jika menemukan track menurun, condongkan tubuh ke belakang
  • Jika ingin membakar lemak lebih banyak, tambah kecepatan langkah kaki Anda selama satu menit. Lalu, kembalilah ke kecepatan biasa selama dua menit untuk pemulihan. Ulangi sesering yang Anda bisa dan selama mungkin Anda inginkan. Variasi interval dan tenaga yang dikeluarkan pada tahap ini secara dramatis akan meningkatkan jumlah lemak yang terbakar.
  • Jangan lupa membawa air mineral agar tubuh tidak dehidrasi saat berjalan kaki
Meski jalan kaki lebih aman daripada berlari, namun bukan berarti olahraga lari tidak boleh dilakukan. Jalan kaki adalah pilihan olahraga yang aman bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan atau yang sudah berusia lanjut dan ingin aktif secara fisik.
Jika Anda tidak mengalami gangguan kesehatan tertentu, baik jalan kaki maupun lari dapat memberikan manfaat yang sama besarnya bagi kesehatan. So, let’s walk and run.


sumber : yahoo

Sunday, 23 June 2013

Fakta Tentang 'Terong' (Peningkat Garah Seks)


Banyak mitos yang mengatakan bahwa buah yang populer di Indonesia dengan nama terung ini membuat badan menjadi lemas dan tak bertenaga. Tetapi, mitos tinggalah mitos. Fakta berbicara bahwa buah yang disebut masyarakat India sebagai rajanya sayur ini justru mendongkrak gairah seksual. Karenanya, terung atau aubergine disebut-sebut termasuk dalam kelompok afrodisiak. Yang juga tidak mengherankan, buah ini pun cenderung dikaitkan dengan "modal kejantanan". 

Terung tidak hanya populer di dapur Indonesia untuk dijadikan terung balado. Dapur Mediterania, misalnya, telah bersahabat dengannya sejak lama. Perjalanan ketenarannya dimulai dari tanah India semenjak Abad Pertengahan. Para pedagang Arab kemudian membawanya hingga menyentuh daratan Asia Barat dan Afrika, lalu mampu tumbuh dan berkembang di sana. Sifatnya yang mudah beradaptasi dengan iklim mana pun ini menjadikan Eropa sebagai ladang barunya. Sejauh mata memandang, memang warna ungu mengilap yang begitu akrab dengannya. "Putih, hijau, kuning, dan oranye juga sebenarnya termasuk varietas terung. Sayangnya, begitu sulit diperoleh di pasar lokal dan memang warna ungulah yang mendominasi," ujar Head Chef Hotel Rivai, Park Lane, Mikael Do Van. 

Menurutnya, terung dengan warna ini bisa didapatkan di Eropa, namun dengan bentuk dan kualitas berbeda. "Terung Eropa juga memiliki rasa yang tidak pahit," katanya. "Ini terbukti melalui Aubergines Gourmandes yang saya buat. Terung saya buat menjadi Caviar Aubergines yang lembut dengan sensasi manis," tambah Mikael. Soal rasa, terung mentah memiliki rasa agak pahit, terutama bila yang didapatkan adalah produk lokal. Sehingga menurut Daniel Kusser, Executive Chef JW Marriot Jakarta, harus dilakukan beberapa hal tertentu demi mengurangi rasa pahitnya. "Baiknya adalah dengan selalu memasak terung dan tidak menyajikannya mentah-mentah. Bisa dilakukan dengan menumis, mengukus, merebus, bahkan menggorengnya," jelas Daniel. 

Hanya saja, kata Daniel, jika ingin menjadikannya sebagai bahan utama, akan lebih baik bila ditaburi garam terlebih dahulu. Pemberian garam dimaksudkan untuk menyerap kegetiran alaminya. Soal pemakaiannya dalam menu, Daniel mengungkapkan tidak ada batasan untuk mengkreasikan si ungu ini. Tidak tertutup kemungkinan untuk menjadikan terung sebagai dessert, yakni menjadi es krim. "Hampir seluruh dapur negara memiliki sajian khususnya, Prancis dengan Ratatouille, Turki dengan Baba Ganoush, dan yang paling lezat yakni Parmiziano di Milanzane ala Italia," jelas Daniel Yang mengejutkan, penyebab rasa getir terung adalah kandungan zat nikotin di dalamnya. 

New England Journal of Medicine pernah menyebutkan bahwa terung memiliki konsentrasi nikotin yang tertinggi untuk jenis sayuran. Mengonsumsi 10 kg terung setara dengan menghisap satu batang rokok. Namun tak perlu khawatir. Seperti yang pernah dikutip New York Times, zat yang dikandungnya adalah nicotin acid yang struktur molekulnya mirip dengan nikotin. Tetapi tidak menimbulkan adiksi, justru sebagai sumber zat yang bagi niacin, vitamin esensial untuk fungsi otak dan darah.


Banyak mitos yang mengatakan bahwa buah yang populer di Indonesia dengan nama terung ini membuat badan menjadi lemas dan tak bertenaga. Tetapi, mitos tinggalah mitos. Fakta berbicara bahwa buah yang disebut masyarakat India sebagai rajanya sayur ini justru mendongkrak gairah seksual. Karenanya, terung atau aubergine disebut-sebut termasuk dalam kelompok afrodisiak. Yang juga tidak mengherankan, buah ini pun cenderung dikaitkan dengan "modal kejantanan". Terung tidak hanya populer di dapur Indonesia untuk dijadikan terung balado. Dapur Mediterania, misalnya, telah bersahabat dengannya sejak lama. Perjalanan ketenarannya dimulai dari tanah India semenjak Abad Pertengahan. Para pedagang Arab kemudian membawanya hingga menyentuh daratan Asia Barat dan Afrika, lalu mampu tumbuh dan berkembang di sana. Sifatnya yang mudah beradaptasi dengan iklim mana pun ini menjadikan Eropa sebagai ladang barunya. Sejauh mata memandang, memang warna ungu mengilap yang begitu akrab dengannya. "Putih, hijau, kuning, dan oranye juga sebenarnya termasuk varietas terung. Sayangnya, begitu sulit diperoleh di pasar lokal dan memang warna ungulah yang mendominasi," ujar Head Chef Hotel Rivai, Park Lane, Mikael Do Van. Menurutnya, terung dengan warna ini bisa didapatkan di Eropa, namun dengan bentuk dan kualitas berbeda. "Terung Eropa juga memiliki rasa yang tidak pahit," katanya. "Ini terbukti melalui Aubergines Gourmandes yang saya buat. Terung saya buat menjadi Caviar Aubergines yang lembut dengan sensasi manis," tambah Mikael. Soal rasa, terung mentah memiliki rasa agak pahit, terutama bila yang didapatkan adalah produk lokal. Sehingga menurut Daniel Kusser, Executive Chef JW Marriot Jakarta, harus dilakukan beberapa hal tertentu demi mengurangi rasa pahitnya. "Baiknya adalah dengan selalu memasak terung dan tidak menyajikannya mentah-mentah. Bisa dilakukan dengan menumis, mengukus, merebus, bahkan menggorengnya," jelas Daniel. Hanya saja, kata Daniel, jika ingin menjadikannya sebagai bahan utama, akan lebih baik bila ditaburi garam terlebih dahulu. Pemberian garam dimaksudkan untuk menyerap kegetiran alaminya. Soal pemakaiannya dalam menu, Daniel mengungkapkan tidak ada batasan untuk mengkreasikan si ungu ini. Tidak tertutup kemungkinan untuk menjadikan terung sebagai dessert, yakni menjadi es krim. "Hampir seluruh dapur negara memiliki sajian khususnya, Prancis dengan Ratatouille, Turki dengan Baba Ganoush, dan yang paling lezat yakni Parmiziano di Milanzane ala Italia," jelas Daniel Yang mengejutkan, penyebab rasa getir terung adalah kandungan zat nikotin di dalamnya. New England Journal of Medicine pernah menyebutkan bahwa terung memiliki konsentrasi nikotin yang tertinggi untuk jenis sayuran. Mengonsumsi 10 kg terung setara dengan menghisap satu batang rokok. Namun tak perlu khawatir. Seperti yang pernah dikutip New York Times, zat yang dikandungnya adalah nicotin acid yang struktur molekulnya mirip dengan nikotin. Tetapi tidak menimbulkan adiksi, justru sebagai sumber zat yang bagi niacin, vitamin esensial untuk fungsi otak dan darah.

Read more http://www.infospesial.net/6582/fakta-tentang-terong-peningkat-garah-seks/

Prinsip kerja motor bakar

Pengertian Motor Bakar
Motor bakar adalah mesin kalor atau mesin konversi energi yang mengubah energi kimia bahan bakar menjadi energi mekanik berupa kerja. Pada dasarnya mesin kalor (Heat Engine) dikategorikan menjadi dua (2), yaitu:

a)      External Combustion Engine
Yaitu hasil dari pembakaran udara dan bahan bakar memindahkan panas ke fluida kerja pada siklus. Dimana energi diberikan pada fluida kerja dari sumber luar seperti furnace, geothermal, reaktor nuklir, atau energi surya. Contoh mesin yang termasuk External Combustion Engine adalah turbin uap.

b)      Internal Combustion Engine
Dimana energi didapat dari pembakaran bahan bakar didalam batas sistem sehingga gas pembakaran yang terjadi sekaligus berfungsi sebagai fluida kerja. Contoh Internal Combustion Engine adalah Motor Bakar torak dan sistem turbin gas. Jadi motor bakar torak termasuk jenis Internal Combustion Engine.

Prinsip Kerja Motor Bakar
Motor bakar torak menggunakan beberapa silinder yang didalamnya terdapat torak yang bergerak translasi bolak-balik ( reciprocating engine ). Didalam silinder itulah terjadi pembakaran antara bahan bakar dengan oksigen dari udara. Gas pembakaran yang dihasilkan oleh proses tersebut mampu menggerakkan torak yang dihubungkan dengan poros engkol oleh batang penghubung (batang penggerak). Gerak translasi torak tadi menyebabkan gerak rotasi pada poros engkol dan sebaliknya. Berdasarkan langkah kerjanya, motor bakar torak dibedakan menjadi motor bakar 4 langkah dan motor bakar dua langkah.

- Motor Bakar 4 Langkah
Pada motor bakar 4 langkah, setiap 1 siklus kerja memerlukan 4 kali langkah torak atau 2 kali putaran poros engkol, yaitu:
langkah Isap (Suction Stroke)           Torak bergerak dari posisi TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati bawah), dengan katup KI (katup isap) terbuka dan katup KB (katup buang) tertutup. Karena gerakan torak tersebut maka campuran udara dengan bahan bakar pada motor bensin atau udara saja pada motor diesel akan terhisap masuk ke dalam ruang bakar.
Langkah Kompresi (Compression Stroke)            Torak bergerak dari posisi TMB ke TMA dengan KI dan KB tertutup.Sehingga terjadi proses kompresi yang mengakibatkan tekanan dan temperatur di silinder naik.
           Langkah Ekspansi (Expansion Stroke) Sebelum posisi torak mencapai TMA pada langkah kompresi, pada motor bensin busi dinyalakan, atau pada motor diesel bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar sehingga terjadi proses pembakaran. Akibatnya tekanan dan temperatur di ruang bakar naik lebih tinggi. Sehingga torak mampu melakukan langkah kerja atau langkah ekspansi. Langkah kerja dimulai dari posisi torak pada TMA dan berakhir pada posisi TMB saat KB mulai terbuka pada langkah buang. Langkah ekspansi pada proses ini sering disebut dengan power stroke atau langkah kerja.
          Langkah Buang
Torak bergerak dari posisi TMB ke TMA dengan KI dan KB terbuka. Sehingga gas hasil pembakaran terbuang ke atmosfer.
 Skema masing masing langkah gerakan torak di dalam silinder motor bakar 4 langkah tersebut ditunjukkan dalam gambar berikut.

 - Motor Bakar 2 Langkah
Pada motor bakar 2 langkah, setiap satu siklus kerja memerlukan dua kali langkah torak atau satu kali putaran poros engkol. Motor bakar 2 langkah juga tidak memiliki katup isap (KI) atau katup buang (KB), dan digantikan oleh lubang isap dan lubang buang yang dibuat pada sisi-sisi silinder (cylinder liner). Secara teoritis, pada berat dan displacement yang sama, motor bakar 2 langkah menghasilkan daya sekitar dua kali lipat dari motor bakar 4 langkah, tetapi pada kenyataanya tidak demikian karena efisiensinya lebih rendah akibat pembuangan gas buang yang tidak kompit dan pembuangan sebagian bahan bakar bersama gas buang akibat panggunaan sistem lubang. Tetapi melihat konstruksinya yang lebih simpel dan murah serta memiliki rasio daya – berat dan daya – volume yang tinggi maka motor bakar 2 langkah cocok untuk sepeda motor dan alat-alat pemotong.
Dua langkah kerja motor bakar 2 langkah tersebut dijelaskan sebagai berikut :
a)    Langkah Torak dari TMA ke TMB
Sebelum torak mencapai TMA, busi dinyalakan pada motor bensin (atau bahan bakar dikompresikan pada motor diesel) sehingga terjadi proses pembakaran, karena proses ini torak terdorong dari TMA menuju TMB, langkah ini merupakan langkah kerja dari motor bakar 2 langkah. Saat menuju TMB, piston lebih dulu membuka lubang buang sehingga gas sisa pembakaran terbuang , setelah itu dengan gerakan piston yang menuju TMB, lubang isap terbuka, dan campuran udara bahan bakar pada motor bensin atau udara pada motor diesel akan masuk ke dalam silinder.
b)    Langkah Torak dari TMB ke TMA
Setelah torak mencapai TMB maka torak kembali menuju TMA. Dengan gerakan ini, sebagian gas sisa yang belum  terbuang akan didorong keluar sepenuhnya. Selain itu, gerakan piston yang turun menuju TMA menyebabkan terjadinya kompresi yang kemudian akan dilanjutkan dengan pembakaran setelah lubang isap tertutup oleh torak.
Skema masing-masing langkah gerakan torak di dalam silinder motor bakar 2 langkah tersebut ditunjukkan dalam gambar berikut.



 

Saturday, 22 June 2013

Cara membuat etanol dari singkong

Berikut Langkah-langkah pembuatan bioetanol berbahan singkong yang dilerapkan Tatang H Soerawidjaja. Pengolahan berikut ini berkapasitas 10 liter per hari.

1. Kupas 125 kg singkong segar, semua jenis dapal dimanfaatkan. Bersihkan dan cacah berukuran kecil-kecil.

2. Keringkan singkong yang telah dicacah hingga kadar air maksimal 16%. Persis singkong yang dikeringkan menjadi gaplek. Tujuannya agar lebih awet sehingga produsen dapat menyimpan sebagai cadangan bahan baku

3.Masukkan 25 kg gaplek ke dalam tangki stainless si eel berkapasitas 120 liter, lalu tambahkan air hingga mencapai volume 100 liter. Panaskan gaplek hingga 100″C selama 0,5 jam. Aduk rebusan gaplek sampai menjadi bubur dan mengental.

4. Dinginkan bubur gaplek, lalu masukkan ke dalam langki sakarifikasi. Sakarifikasi adalah proses penguraian pati menjadi glukosa. Setelah dingin, masukkan cendawan Aspergillus yang akan memecah pati menjadi glukosa. Untuk menguraikan 100 liter bubur pati singkong. perlu 10 liter larutan cendawan Aspergillus atau 10% dari total bubur. Konsentrasi cendawan mencapai 100-juta sel/ml. Sebclum digunakan, Aspergilhis dikuhurkan pada bubur gaplek yang telah dimasak tadi agar adaptif dengan sifat kimia bubur gaplek. Cendawan berkembang biak dan bekerja mengurai pati

5.Dua jam kemudian, bubur gaplek berubah menjadi 2 lapisan: air dan endapan gula. Aduk kembali pati yang sudah menjadi gula itu, lalu masukkan ke dalam tangki fermentasi. Namun, sebelum difermentasi pastikan kadar gula larutan pati maksimal 17—18%. Itu adalah kadar gula maksimum yang disukai bakteri Saccharomyces unluk hidup dan bekerja mengurai gula menjadi alkohol. Jika kadar gula lebth tinggi, tambahkan air hingga mencapai kadar yang diinginkan. Bila sebaliknya, tambahkan larutan gula pasir agar mencapai kadar gula maksimum.

6 Tutup rapat tangki fermentasi untuk mencegah kontaminasi dan Saccharomyces bekerja mengurai glukosa lebih optimal. Fermentasi berlangsung anaerob alias tidak membutuhkan oksigen. Agar fermentasi optimal, jaga suhu pada 28—32″C dan pH 4,5—5,5.

7. Setelah 2—3 hari, larutan pati berubah menjadi 3 lapisan. Lapisan terbawah berupa endapan protein. Di atasnya air, dan etanol. Hasil fermentasi itu disebut bir yang mengandung 6—12% etanol
8.Sedot larutan etanol dengan selang plastik melalui kertas saring berukuran 1 mikron untuk menyaring endapan protein.

9. Meski telah disaring, etanol masih bercampurair. Untuk memisahkannya, lakukan destilasi atau penyulingan. Panaskan campuran air dan etanol pada suhu 78″C atau setara titik didih etanol. Pada suhu itu etanol lebih dulu menguap ketimbang air yang bertitik didih 100°C. Uap etanol dialirkan melalui pipa yang terendam air sehingga terkondensasi dan kembali menjadi etanol cair.

10 Hasil penyulingan berupa 95% etanol dan tidak dapat larut dalam bensin. Agar larul, diperlukan etanol berkadar 99% atau disebut etanol kering. Oleh sebab itu, perlu destilasi absorbent. Etanol 95% itu dipanaskan 100″C. Pada suhu ilu, etanol dan air menguap. Uap keduanya kemudian dilewatkan ke dalam pipa yang dindingnya berlapis zeolit atau pati. Zeolit akan menyerap kadar air tersisa hingga diperoleh etanol 99% yang siap dieampur denganbensin. Sepuluh liter etanol 99%, membutuhkan 120— 130 lifer bir yang dihasilkan dari 25 kg gaplek

Tanggal Tayang : 12-1-2007
Sumber : Trubus

 
Design Downloaded from Free Website Templates Download | Free Textures | Web Design Resources