Showing posts with label motor. Show all posts
Showing posts with label motor. Show all posts

Saturday, 13 July 2013

Tips atau cara menghemat BBM

Harga BBM sudah naik, tentunya pengeluaran kita untuk membeli BBM semakin naik pula, tapi sebenarnya ada cara untuk menghemat pengeluaran kita tentunya maka perhatikan tips di bawah ini.

 1. Jangan memanaskan mesin kendaraan terlalu lama
Untuk kendaraan jaman sekarang tidak usah memanaskan kendaraan terlalu lama dan tidak perlu setiap hari juga, cukup 30 detik - 1 menit sudah cukup. Hal ini dikarenakan untuk kendaraan modern sistem pelumasannya sudah bagus dan didukung teknologi oli jaman sekarang  yang bisa menempel di mesin meskipun mesin sedang tidak menyala, sehingga untuk memanaskan tidak usah terlalu lama. Memanaskan mesin terlalu lama justru malah membuat knalpot menjadi kuning dan cepat berkarat. dan tentunya bahan bakar terbuang ketika memanasi kendaraan.

2. Jangan terlalu sering bermain gas
Jika ingin menghemat BBM maka jangan sering-sering bermain gas atau buka tutup gas, misalnya saat start kita sering langsung membetot gas maka jika ingin menghemat BBM maka santai saja dalam membuka gas, begitu juga jika dijalan penggantian gigi tidak perlu sampai putaran maksimal, cukup putaran menengah atau rendah (ketika santai) hal ini dikarenakan semakin tinggi putaran mesin maka semakin banyak pula konsumsi bahan bakar.

3. Econo riding
Untuk bisa maksimal dalam menghemat BBM kita bisa melakukan econo riding, yaitu ketika konsumsi bahan bakar seefisien mungkin. Untuk motor - motor standart 100 -125 cc titik econo riding biasanya pada kecepatan 40 - 60 km/jam dan putaran mesin jangan terlalu tinggi.

4. Hindari kemacetan
Mungkin banyak yang tidak tahu kalau jalanan macet ternyata membuat konsumsi kendaraan lebih boros, hal ini dikarenakan ketika kendaraan macet tentunya kendaraan berhenti dalam keadaan mesin menyala yang tentunya mebutuhkan konsumsi bahan bakar, kemudian ketika macet tentunya kendaraan dalam keadaan stop and go atau jalan pelan dan kemudian berhenti lagi apalagi untuk orang yang tidak sabaran biasanya langsung betot gas jika ada ruang kosong sedikit ini justru malah membuat konsumsi bahan bakar meningkat karena mesin membutuhkan energi yang sangat besar ketika start.

5. Kurangi perjalanan yang tidak perlu
Jika dulu Anda sering jalan jalan menggunakan kendaraan bermotor, misalnya dua kali dalam seminggu maka ada baiknya Anda kurangi kebiasaan itu misalnya cuma satu kali dalam seminggu dan satu kali lagi jalan - jalan tapi bisa menggunakan sepeda atau diganti acara lain. Ini tentunya bisa mengurangi pengeluaran BBM Anda.

Sunday, 7 July 2013

Tips memilih minyak rem yang tepat untuk kendaraan Anda

Rem mobil bekerja dengan system hidrolis. Artinya ada fluida/cairan yang berfungsi mengalirkan gaya tekan pedal rem ke komponen penghenti laju di roda.  Fluida itu kita kenal sebagai minyak rem, dan menjadi jantung dari seluruh system rem.  Semakin sehat kondisi minyak rem, kinerja rem semakin bagus.
Minyak rem relatif murah, tapi jarang diperhatikan, karena memang masa pakainya terbilang lama. minyak rem yang dirawat berkala bisa memperpanjang umur komponen  rem yang mahal seperti ABS atau unit traksi kontrol.
 Pertama kita kenal dulu lebih jauh. Minyak rem bisa di kelompokkan berdasarkan kandungannya dan standar DOT.
Berdasarkan kandungannya,  minyak rem bisa dibagi menjadi dua kelompok yaitu glycol-based dan silicone-based.  Glycol-based kandungannya terdiri dari banyak komponen seperti mineral oils, esters, glycol esters atau synthetic oil.  Silicon-based kandungannya silikon. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.


Minyak rem juga diklasifikasikan berdasarkan standar DOT (Department of Transportation USA). Jika anda beli minyak rem, anda akan ditanya DOT berapa? Minyak rem dilabeli DOT 3, DOT4, DOT 5 atau DOT 5.1. Masing-masing punya titik didih berbeda.

DOT 3, DOT 4 dan DOT 5.1 adalah minyak rem glycol-based. DOT 5 adalah silicone based. Minyak rem dengan basis glikol paling banyak dipakai dan memiliki keunggulan mampu melindungi system rem dibandingkan silicon. Kekurangannya, bersifat giroskopis artinya menyerap air dari lingkungan sekitarnya.  Semakin banyak air terserap, titik didihnya turun,, efektifitasnya turun. Banyak mobil yang pakai DOT3 seperti produks Nissan Indonesia termasuk Nissan Juke seperti diungkapkan Teddy Irawan, Vice President of Sales and Marketing Director Nissan Motor Indonesia.  Titik didih DOT3 adalah 205 derajad Celcius.
 
DOT 4 titik didihnya lebih tinggi, 230 derajad Celciud dan biasanya dipakai di mobil-mobil high performance. Semakin tinggi DOT, semakin tinggi titik didihnya (DOT 5.1 mencapai 270 C). Apa hubungannya? Karena semakin keras kerja rem, semakin tinggi suhu di brake  rotors. Tingginya suhu ini bisa menimbulkan gelembung minyak rem. Jika ini terjadi, maka kemampuan pengeremen berkurang. Anda akan merasa pedal gas seperti menekan spon jika di tekan.

DOT 5.1 cocok untuk system rem yang dilengkapi ABS dan kotrol traksi. Kenapa begitu? Begini; ABS bekerja saat terjadi pengereman keras, jika ternyata roda mulai menunjukkan gejala terkunci, ABS akan aktif dengan melakukan proses rem-lepas berulang-ulang secara cepat. Roda tidak terkunci, mobil bisa direm dan dikendalikan. Proses seperti ini jelas membuat suhu rem meroket.  Demikian pula dengan traksi control yang secara otomatis mengerem roda secara individual jika menunjukkan gejala slip/hilang traksi. Ini juga meningkatkan suhu system rem.

Jangan pernah mencapur minyak rem. Meskipun DOT3, DOT 4 dan DOT 5.1 dari jenis yang sama. Kuras dulu minyak rem lama sebelum mengganti dengan jenis baru.  Tapi jangan pernah mengganti minyak rem dengan DOT yang lebih rendah dari rekomendasi pabrik. Di Nissan misalnya,  bisa diganti dengan DOT4.

Karena minyak rem glycol based menyerap air, penting untuk menjaga agar system rem tertutup rapat.  Untuk mengecek volume minyak rem, cukup dengan melihat plastic bening di samping reservoir-nya, tidak perlu membuka tutupnya.  Tutup minyak rem hanya dibuka saat menambah volume minyak rem.

DOT 5 adalah silicone-based dan berbeda dengan glycol-base, dia tidak menyerap air.  Namun jika air masuk dalam system rem, air akan tenggelam ke dasar dan menyebabkan karat di komponen bagian dalam. Kelebihannya, bila tumpah di permukaan cat mobil, tidak akan merusak. Beda ddengan glycol –based.  Jangan pernah mencampur glycol-based dengan silicone based. Kalau mau ganti, kuras dulu yang lama.

Banyak yang mengira, jika minyak rem berwarna gelap, artinya sudah waktunya diganti. Kalau masih cerah, masih bagus.  Ini tidak benar. Rekomendasinya 2 tahun sekali atau 40,000km. Mengganti minyak rem secara regular memperpanjang umur komponen rem lain sekaligus menjamin keselamatan anda.

Thursday, 4 July 2013

Jenis jenis busi dan tips memilih busi

Busi mempunyai fungsi yang sangat penting untuk kendaraan kita yaitu memercikkan api didalam ruang bakar mesin yang kemudian membakar campuran bensin dan udara didalam mesin. Tanpa busi tentunya mesin Anda tidak bisa hidup, dan tentunya sebelum busi melemah dan lama-lama mati tentunya kita harus menggantinya dengan yang baru. namun sebelum itu ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis busi sebagai berikut.

1. Busi standart
Bahan ujung elektroda dari nikel dan diameter center electrode rata-rata 2,5 mm. Jarak tempuh busi standar sampai sekitar 20 ribu Km, ketika kondisi pembakaran normal dan tak dipengaruhi oleh faktor lain macam oli mesin dan konsumsi BBM yang berlebihan efek peningkatan spek karbu. Busi ini bawaan motor setiap diluncurkan dari pabrikan.

2. Busi Platinum
Ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode dari platinum, jadi pengaruh panas ke metal platinum lebih kecil. Diameter center electrode 0,6 mm – 0,8 mm, jarak tempuh busi sekitar 30 ribu km. Busi ini favorit bikers penyuka touring karena kemampuannya

3. Busi Iridium
Ciri khasnya ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electroda dari iridium alloy warna platinum buram. Diameter center electroda 0,6 mm – 0,8 mm mm. Jarak tempuh busi sekitar 50 ribu sampai 70 ribu km. berumur lama cocok buat mesin motor besar diatas 150cc. Bisa dikatakan semi kompetisi, biasa diaplikasi buat mesin non standar 

4. Busi Racing
Busi yang tahan terhadap kompresi tinggi, serta temperatur mesin yang tinggi. Dipersiapkan untuk mampu mengimbangi pemakaian full throttle dan deceleration.
Busi racing tidak sama dengan busi Iridium. Diameter center electroda pun relatif kecil meruncing macam jarum. Jarak tempuh busi juga relatif pendek di 20 ribu – 30 ribu Km, untuk rpm tinggi diatas 6000 pada temperatur mesin yang tinggi.

Dalam memilih busi ada baiknya kita berdasar pada :
1. Perbandingan kompresi mesin
Jika perbandingan kompresi mesin tinggi maka sebaiknya kita memilih busi dingin, hal ini dikarenakan busi dingin lebih baik dalam transfer panas, sedangkan kalau kompresi mesin rendah lebih baik kita menggunakan busi panas. penggunaan mesin kompresi rendah menggunakan busi dingin tidak akan menambah tenaga dan bahkan akan membuat busi cepat mati.

2. Daerah tempat tinggal
Untuk daerah bersuhu dingin, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi, paling pas memakai busi panas. Sebab, pemakaian busi dingin akan mempercepat penumpukan kerak. Sedang, daerah panas macam tepi laut atau metropolis, lebih baik memakai busi dingin. Untuk mencegah terjadinya pre ignition atau pembakaran dini.

3. Penggunaan
Jika penggunaan kendaraan kita sering  bepergian jauh ada baiknya kita memakai busi agak dingin, hal ini dikarenakan semakin sering mesin menyala maka suhu mesin sangat tinggi dan ini harus diimbangi dengan transfer panas yang baik, akan tetapi jika untuk pemakaian harian biasa ada baiknya kita menggunakan busi standar pabrik. Demikian pula jika spesifikasi mesin sudah diubah maka ada baiknya kita menyesuaikan pemilihan busi dengan ubahan mesin apalagi jika kompresi  mesin dinaikkan maka kita harus menggunakan busi racing.

terimakasih semogan bermanfaat


sumber : http://motor-ngebut.blogspot.com dengan beberapa tambahan

Cara membaca kode dan ukuran ban

Dalam melakukan penggantian ban adakalanya kita bingung untuk memilih ban yang cocok untuk kendaraan kita. Solusi yang paling umum adalah kita samakan kode ban yang akan kita beli dengan ban lama kita namun tentunya banyak dari kita yang tidak tahu arti sebenarnya dari kode ban itu sendiri, karena itu disini saya mencoba sedikit sharing tentang cara membaca kode dan ukuran ban.
Contoh kode ban.

Cara membacanya adalah sebagai berikut :
Pada Ban sepeda motor terdapat sebuah kode yang berupa (Simbol) angka atau huruf misalnya 130/90-16 67H atau 4.60-H-18 4PR. dari Kode ban tersebut Informasi apa yang bisa kita dapatkan ? Dibawah ini kita akan membahas sebagian diantaranya. Ada 2 macam Kode Ban yang biasa digunakan:
Yaitu Kode Ban Imperial dan Kode Ban Metric.

Contoh : Kode Ban Imperial
4.60-H-18 4PR

  1. 4.60 menyatakan kode lebar ban "dalam satuan inchi"
  2. H menunjukkan ambang batas kecepatan pemakaian
  3. 18 menunjukkan kode untuk diameter velg/rim "dalam satuan ( " ) inchi"
  4. 4PR menunjukkan kode untuk kekuatan ban yang berdasarkan pada kekuatan serat kain ban atau ply rating, 4PR juga berarti penggunaan lapisan kain yang terbuat dari bahan nilon di dalam sebuah carcass berindikasi kekuatannya setara dengan 4 lapisan kain ban.
Untuk Kode Ban Imperial, Aspect Ratio atau perbandingan tinggi ban terhadap lebar ban didasarkan pada nilai 100 % (tinggi ban sama dengan lebar ban).

Contoh : Kode Ban Metric
120/70-17 67H
  • 120 menunjukkan kode untuk lebar ban "dalam satuan milimeter"
  • 70 menunjukkan kode perbandingan tinggi ban terhadap lebar ban. 70 berarti juga perbandingan tinggi ban 90% dari lebarnya sesungguhnya. Apabila lebar ban 120 mm, maka tinggi ban tersebut adalah 70 % x 120 mm atau = 85.2 mm. Aspect ratio kecil pada sebuah ban akan meningkatkan kemampuan stabilitas serta handling kendaraan.
  • 17 menunjukkan kode Diameter Velg/rim dalam satuan ( " ) inchi.
  • 67 menunjukkan kode untuk beban maximum yang diperbolehkan dari ( load index / LI ). LI 67 berarti : beban maksimum yang dapat ditanggung oleh sebuah ban sebesar 307 kg.
  • H menunjukkan batas kecepatan pemakaian (sama seperti pada contoh diatas)

Kode kecepatan ban


  • Q adalah kode untuk kecepatan maksimal = 160 km/jam.
  • S adalah kode untuk kecepatan maksimal = 180 km/jam.
  • T adalah kode untuk kecepatan maksimal = 190 km/jam.
  • U adalah kode untuk kecepatan maksimal = 200 km.jam.
  • H adalah kode untuk kecepatan maksimal = 210 km/jam.
  • V adalah kode untuk kecepatan maksimal = 240 km/jam.
  • W adalah kode untuk kecepatan maksimal = 270 km/jam.
  • Y adalah kode untuk kecepatan maksimal = 300 km/jam.
  • Z adalah kode untuk kecepatan di atas = 240 km/jam.

Indeks Beban :


  • 62 adalah kode untuk beban maksimal 265 Kg.
  • 63 adalah kode untuk beban maksimal 272 Kg.
  • 64 adalah kode untuk beban maksimal 265 Kg.
  • 66 adalah kode untuk beban maksimal 300 Kg.
  • 68 adalah kode untuk beban maksimal 315 Kg.
  • 70 adalah kode untuk beban maksimal 335 Kg.
  • 73 adalah kode untuk beban maksimal 365 Kg.
  • 75 adalah kode untuk beban maksimal 387 Kg.
  • 80 - 89 adalah kode untuk beban maksimal 450 - 580 Kg.
  • 90 - 100 adalah kode untuk beban maksimal 600 - 800 Kg.

  • Biar lebih mudah, langsung dipraktikkan pada ban IRC NR 69. Ban yang dipakai sebagai part original equipment manufacturing (OEM) oleh pabrikan motor Yamaha ini, salah satu ukuran bannya 80/90-17. Cara baca kode ban motor seperti ini mirip dengan cara baca ban mobil. Angka pertama, “80” adalah section width (ukuran antara sisi ban, diukur dari bagian sisi ban) atau biasa diartikan sebagai lebar tapak ban dalam satuan milimeter. Sedang angka di belakangnya, “90” adalah aspec rationya.

    Aspec ratio adalah persentase section width dibandingkan dengan section height (tinggi dari tapak ban ke bibir ban, diukur dari sebelah sisi ban). Bila disebutkan angka aspec ratio 90, artinya tinggi ban adalah 90% dari 80 mm = 72mm. Sedang angka terakhir, “17” menunjukan diameter dalam ban, atau diameter pelek.

    “Ciri ban dengan kode metric adalah memiliki pinggul ban yang lebih lebar. Ini sangat berguna saat menikung pada kecepatan tinggi. Contohnya ban balap IRC Razzo juga menggunakan kode ukuran metric,” jelas Adang Apandi, Manager-Product Technical, PT Gajah Tunggal Tbk, produsen ban GT Radial dan IRC.

    Yang berikutnya adalah kode ukuran ban imperial. Contohnya ban IRC NR6. Ban dengan ukuran 2.50-17 ini dipakai sebagai part original equipment manufacturing (OEM) oleh pabrikan motor Honda. Ban dengan kode seperti ini justru paling mudah dibaca.

    Angka pertama, “2.50” adalah kode section width (ukuran antara sisi ban, diukur dari bagian dalam ban) atau biasa diartikan sebagai lebar tapak ban dalam satuan inci. Artinya 2.50 sama dengan 2,5 inci atau 63,5 mm.

    Lalu bagaimana dengan tinggi ban atau aspec rationnya? Pada ban jenis ini didasarkan pada nilai 100 % dari section width. Jadi bisa diartikan tinggi ban dan lebar ban sama. Sedang angka terakhir adalah menunjukan diameter dalam ban, atau diameter pelek.


    sumber :  http://ruudisantoso.wordpress.com dari sumber http://www.otomotifnet.com
    sumber : http://www.donaalfian.com
    sumber : http://denis-thea.blogspot.com



     
    Design Downloaded from Free Website Templates Download | Free Textures | Web Design Resources